Alkhairaat Mata Air Cemerlang

  • Whatsapp
Reporter: Ikhsan Madjido

Muat Lebih

PERGURUAN Pendidikan Alkhairaat yang didirikan Habib Sayyid Idrus Bin Salim
Aljufri atau Guru Tua bagaikan mata air cemerlang dari Sulawesi Tengah
(Sulteng) yang mengalir hingga ke berbagai penjuru Indonesia.

“51 tahun yang lalu guru tua wafat, tapi hanya nyawanya dan badannya
tidak lagi bersama kita, tetapi ilmunya, amalnya, dampaknya masih kita rasakan
sampai saat ini. Alkhairaat bagaikan mata air cemerlang di Sulteng yang
mengalir hingga ke seluruh Indonesia,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies
Baswedan dalam sambutannya saat menghadiri Haul ke 51 tahun Guru Tua atau
Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Sabtu (15/6/2019).

Mata air cemerlang yang ia maksud yaitu semangat menyebarkan agama
Islam terutama mendidik masyarakat agar menjadi orang yang berilmu, beramal dan
memiliki perilaku yang terpuji melalui lembaga atau organisasi pendidikan yang
ia bangun yang kemudian diberi nama Alkhairaat.

Alkhiraat jangan hanya dipandang sebagai warisan Guru Tua, tapi Guru
Tua sendiri adalah alim ulama yang selalu memikirkan masa depan dengan
membangun pendidikan Alkhairaat. Semasa hidupnya, guru tua berhasil membangun
600 lebih madrasah.

“Kita semua berharap dari haul seperti ini, bukan saja mengenang
wafatnya guru tua, tapi juga mengambil hikmah dan pelajarannya. Ketika saya
mengirimkan guru – guru ke luar daerah, luar biasa berat tantangannya. Lalu
melihat apa yang dilakukan Guru Tua 100 tahun yang lalu, tentu sangat luar
biasa beratnya,” kata Anies di depan puluhan ribu warga dari berbagai wilayah
di Indonesia dan abnaulkhairaat yang hadir dalam kesempatan itu.

Olehnya ia mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda
di Sulawesi Tengah agar mampu dan terus melanjutkan perjuangan dan semangat
Guru Tua utamanya di bidang pendidikan.

Karena tantangan terberat yang dihadapi saat ini yakni kemampuan
membaca perubahan zaman. Jika masyarakat mampu membaca perubahan zaman ia yakin
perjuangan Guru Tua akan terus dilakukan.

“Kelemahan umat Islam bukan mampu atau tidak mampu, tapi sering tidak
membaca perkembangan zaman. Tapi guru tua membaca perkembangan zaman dan
menyiapkan generasinya untuk bisa memainkan peran di zamannya,” kata Anies.

Ma’ruf Amin Dukung Guru Tua Pahlawan Nasional
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Maruf Amin, berjanji
bila dirinya nanti dilantik menjadi Wakil Presiden RI maka akan mendorong agar
Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua) menjadi pahlawan nasional.

Sebab menurutnya Habib Idrus yang dijuluki Guru Tua ternyata seorang Nasionalis.
Disamping memiliki tanggungjawab keagamaan, juga memiliki tanggungjawab
kebangsaan dan kenegaraan.
Oleh karenanya, kata Maruf Amin, Habib Idrus layak diberi gelar
Pahlawan Nasional.

Dia menambahkan, Habib Idrus Bin Salim Aljufri adalah ulama besar
karena beliau pewaris dan melanjutkan perjuangan para Nabi, dalam rangka
risalah dakwah.

Ia berjanji, jika jika amanah untuk menjadi Wakil Presiden Indonesia
berada di pundaknya, ia akan mendorong dan mempercepat proses
pengangkatan Guru Tua sebagai pahlawan nasional.

“Kalau nanti dilantik jadi wakil presiden, akan saya dorong agar
beliau diangkat sebagai pahlawan nasional,” janjinya.

Selain kehadiran Maruf Amin dan Anies Baswedan, pada peringatan Haul ke-51 Guru Tua itu
juga turut hadir ribuan umat muslim dan abnaulkhairaat
 dari berbagai daerah.

Abnaulkhairaat yang hadir di Haul ke-51 Guru Tua tidak
hanya yang berasal dari Pulau Sulawesi, tapi juga dari Pulau Jawa, Maluku, dan
beberapa daerah lainnya.

Haul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Momentum itu mampu menjadi magnet bagi ribuan umat Islam dari berbagai
daerah untuk datang ke Kota Palu.

Peringatan Haul biasanya dilaksanakan selama beberapa hari dengan
berbagai rangkaian kegiatan.**









Pos terkait

banner 580x60