Semester Satu, Kasus Narkoba di Sulteng Menurun

  • Whatsapp

Reporter: Yohanes Clemens

Dalam kurun waktu enam bulan, penanganan tindak pidana
narkoba dan sejumlah kasus lain  yang
ditangani Polda Sulteng dan jajarannya pada 2019 turun dibanding 2018.


Hal
itu diungkapkan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto, dalam
konferensi pers mengenai kasus-kasus yang menonjol selama satu semester
(Januari-Juni 2019), bertempat di gedung Torabelo Polda Sulteng, Senin (8/7).
Kapolda
menjelaskan, Ditnarkoba Polda Sulteng dan jajaran pada semester I tahun 2018
mengungkap 260 kasus, penyalahgunaan atau peradaran gelap narkoba, dan tahun
2019 semester I sebanyak 236 kasus, turun 24 kasus atau Sembilan.
Sedangkan,
kata Kapolda, untuk terduga pelaku mengalami penurunan bila dibanding 2018
sebanyak 341 orang, sementara tahun 2019 sebanyak 321 orang, turun 20 orang
atau turun sebanyak lima persen.
“Untuk
barang bukti yang diamankan selama 2019, ganja 2,239 gram, sabu seberat
3.099,4599 gram. Bila dibanding tahun 2018 mengalami penurunan 466,9313
gram,” ujar Brigjen Pol Lukman Wahyu.
Brigjen
Pol Lukman Wahyu melanjutkan, untuk barang bukti tindak pidana psikotropika
2019 Polda Sulteng berhasil mengamankan 5.262 butir pil diazepam. Olehnya,
jajaran Polres yang aktif melakukan pengungkapan terhadap peredaran narkoba
selama semester I yakni, Polres Palu sebanyak 41 kasus, Polres Banggai 30 kasus
dan ketiga Polres Morowali sebanyak 23 kasus.
“Sehingga,
terhadap perkara kejahatan konvensional atau tindak pidana umum 2018 sebanyak
5.814 kasus. Sedangkan tahun 2019 turun menjadi 3.897 kasus atau penurunan
1.917 atau 76 persen.
Untuk
penyelesaian perkaranya, pada 2018 sebanyak 3.095 kasus, tahun 2019 sebanyak
2.133 kasus, turun 962 kasus atau 68 persen. Terhadap sepuluh kasus menonjol
antara lain pencurian biasa 933 kasus, Curanmor 528 kasus, penganiayaan 494
kasus, penipuan 261 kasus, pengelapan 234 kasus, diikuti curat, KDRT,
pengerusakan, pengancaman dan Curas,” jelas Kapolda. 
Kapolda
mengungkapkan, untuk pidana khusus 2018 tercatat sebanyak 140 kasus, dan tahun
2019 sebanyak 132 kasus, turun delapan kasus atau 5,71 persen, dengan
penyelesaian 2018 sebanyak 90 kasus, dan tahun 2019 sebanyak 52 kasus, turun 38
kasus atau turun 42,22 persen. Dan tahun 2019 terdapat kasus menonjol dari segi
kwantitas yaitu tindak pidana penipuan (ITE) sebanyak 43 kasus, tindak
pencermaran nama baik (ITE) 40 kasus dan tindak pidana korupsi tiga kasus.
“Selama
tahun 2019 ini Polda Sulteng dan jajaran berupaya untuk menekan terjadinya
angka kecelakaan lalu lintas dengan menggelar operasi keselamatan, dan kegiatan
operasi ketupat Tinombala 2019, sehingga angka kecelakaan mengelami penurunan.
Jumlah laka lantas di tahun 2019 sebanyak 744 kasus, sedangkan tahun 2018
terjadi 955 kasus, turun 211 kasus atau 22 persen.
Korban
meninggal dunia juga turun dari tahun 2018 sebanyak 207 jiwa, tahun 2019
sebanyak 167 jiwa atau turun 19 persen,” katanya.  Demikian juga dengan luka berat, luka ringan,
dan kerugian materiil juga mengalami penurunan. 
“Hal ini perlu dipertahankan dan dihimbau kepada masyarakat agar
terus menjadi pelopor dan tertib berlalu lintas,” pungkasnya.**

Pos terkait

banner 580x60