Wakil Gubernur Apresiasi Bantuan Kemanusiaan WVI pada Korban Padagimo

Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid 19/ft: humas pemprov
banner 728x90

Palu,- Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Dg. Palabbi, mengikuti acara Penutupan Program Kemanusiaan Wahana Visi Indonesia (WVI) atas bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (PADAGIMO) secara virtual, di ruang vidcom Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (21/10/2020).

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulteng didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Ridwan Mumu, dan Response Manager Centre, Lisa Hernawati,

Dalam sambutan Gubernur Sulteng yang dibacakan Wakil Gubernur, Rusli Dg. Palabbi, menyampaikan, dua tahun pascabencana di Sulawesi Tengah, kini warga sudah mulai bangkit dan menata kehidupannya kembali.

Wakil Gubernur melanjutkan, kesiapan dan ketangguhan warga mulai terbangun dalam menghadapi bencana. Berdasarkan data yang diperoleh, bersama donor dan mitra kerjanya, WVI telah menyalurkan bantuan kepada 46.224 keluarga dengan 176.026 total penerima manfaat (80.583 diantaranya adalah anak-anak) di 240 desa di 4 kabupaten, yaitu Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulteng, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada jajaran WVI beserta jejaring mitra kemanusiaan dan para relawan yang turut bersimpati atas duka penderitaan yang dialami masyarakat Sulteng pada khususnya wilayah PADAGIMO yang terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifkasi pada dua tahun silam,” ujar Wakil Gubernur.

Diharapkan, pada masa yang akan datang, Yayasan Wahana Visi Indonesia dapat melanjutkan kesinambungan program-program intervensi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat untuk menjangkau lebih luas lagi seluruh lapisan, dan kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah Sulteng, mulai dari kota sampai ke pelosok desa.

Pengalaman dan kenangan selama dua tahun bersama masyarakat PADAGIMO diharapkan menjadi bahan pembelajaran penting bahwa hanya dengan tolong menolong dan kepedulian maka masalah yang terasa berat akan menjadi ringan, dan sekaligus membuktikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

“Semoga kebaikan dan keikhlasan saudara-saudari dalam merespon bencana kemanusiaan tersebut senantiasa bernilai amal ibadah di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta turut memberikan manfaat kemanusiaan yang sebesar-besarnya bagi para penyintas sehingga kami berharap, semoga para penerima manfaat dari program-program tersebut dapat betul-betul teratasi masalahnya dan terangkat lagi semangatnya untuk kembali melanjutkan kehidupan dengan normal,” harap Wakil Gubernur.

Sementara, CEO WVI, Doseba Tua Sinay dalam keterangannya secara virtual menyampaikan kesukuran atas perkembangan PADAGIMO selama dua tahun pasca bencana yang sudah mulai bangkit serta ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk bisa melakukan program bersama dengan pemerintah dan masyarakat.

Lebih lanjut dikatakannya, WVI telah menyalurkan bantuan kepada 46.224 keluarga dengan 176.026 total penerima manfaat (80.583 diantaranya adalah anak-anak) di 240 desa di 4 kabupaten, yaitu Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Per tanggal 31 Agustus, WVI mengelola dana sebesar 15.300.000 dollar dan apabila dirupiahkan sekitar Rp222 Miliar.

Anggaran dimaksud telah melalui pemeriksaan audit dan dipertanggungjawabkan, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua mitra yang saling menguatkan sehingga pekerjaan dapat terselesaikan.

Lebih lanjut, Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Doseba T. Sinay dalam releasenya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah, mitra kerja, donor dan sponsor atas kepedulian dan solidaritas yang sangat tinggi bagi korban bencana di Sulawesi Tengah.

Dukungan lebih dari 40 lembaga donor pemerintah dan swasta baik dari dalam dan luar negeri, 32 mitra kerja lokal dan ribuan donor individual memampukannya menyalurkan program sejak tahun 2018.

“Lewat peringatan 2 tahun respons program ini, saya percaya kita semua mendapatkan pembelajaran untuk dapat terus berkolaborasi saling melengkapi, saling membangun manusia khususnya anak anak didalam keadaan apapun termasuk saat bencana besar terjadi. Bencana dapat membuat kehidupan porak poranda, namun berkat kolaborasi multi pihak kita bersama dapat membangun kembali semangat warga untuk bangkit,” ungkap Doseba. ***

Sumber: Humpro Pemprov Sulteng

banner 300x90

Pos terkait

banner 580x60