Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga perlu penekanan pada pertumbuhan, penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, serta perlu memperhatikan lingkungan.
Sekda menyampaikan menyampaikan bahwa indeks pembangunan ekonomi inklusif memiliki tiga pilar utama.
Pilar pertama yakni pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, yang meliputi pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan infrastruktur ekonomi.
Pilar kedua yakni pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, yang meliputi ketimpangan dan kemiskinan.
Pilar ketiga yakni perluasan akses dan kesempatan yang meliputi kapabilitas manusia, infrastruktur dasar, dan keuangan inklusif.
“Olehnya, peran dan kolaborasi aktif seluruh pihak perlu dibangun agar konsepsi ekonomi inklusif dapat terimplementasi dengan baik di Kota Palu,” ungkap Sekda.