Sekda menyatakan, premis pembangunan ekonomi inklusif harus bersandar pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Kegiatan ekonomi yang fokus pada memenuhi kebutuhan tanpa harus mengorbankan keberlanjutan kehidupan.
“Olehnya, kita tidak bisa terlepas dari konsep green economy dan blue economy,” ucap Sekda.
Sekda mengatakan, ekonomi hijau dan ekonomi biru merupakan dua konsep ekonomi yang saling melengkapi dan saling menguatkan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Green economy fokus pada lingkungan, energi, transportasi, pertanian, dan kehutanan.
Tujuannya untuk hidup lebih bersih dan hijau, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta berupaya menemukan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan ekologi.