Kapolda Bertemu DPRD Sulteng; Solusi Polemik Tambang Emas Ilegal Atau? 

  • Whatsapp
Screenshot


SULTENG – Kapolda Irjen Pol Endi Sutendi dan Wakapolda Brigjen Pol Helmi Kwarta Rauf dikritik Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng Muhammad Safri, soal tambang ilegal dan aktivitas ekstraktif perendaman emas di Poboya, lokasi PT CPM, Citra Palu Minerals. 


Tak lama terjadi pertemuan Kapolda Endi dan Wakil Ketua II Syarifuddin Hafid, Muhammad Safri dan Irjen Pol Endi didampingi Dir Bimas Kombes Pol Sirajuddin Ramli dan Kasat III Dir Intel Polda Sulteng AKBP Syafruddin. Ada dua orang lainnya dalam foto tersebut yang kapasitasnya juga hingga berita ini ditayangkan belum diketahui. 

‘’Silaturahmi saudara,’’ kata Safri ketika ditanya via chatting WhatApps. Di grup internal media foto tersebut mengundang beragam spekulasi. Karena tanpa publikasi dan di tengah polemik kedua lembaga mulai mendapat atensi pihak kementerian, Satgas PKH dan masyarakat. 


BATAL UNDANG MEDIA 

Sedianya, Kapolda merencanakan bertemu dengan pimpinan media di tengah polemik tambang ilegal dan aktivitas di Poboya. Namun dibatalkan. Tak jelas alasannya. Padahal mesti disampaikan dengan jelas ke media pernyataan Kapolda yang mengatakan di Sulteng tak ada tambang ilegal terbuka. Perspektif jenderal polisi itu wajib menjelaskan dan pandangannya. *** 

Berita terkait