BABEL BISA, KENAPA POBOYA TIDAK?
Negara mesti hadir di Poboya bukan dengan aturan saja. Tapi juga hadir dengan kebijaksanaan. Poboya dapat menjadi contoh kedua seperti di Bangka Belitung. Antara pemilik konsesi pertambangan dan rakyat dapat hidup berdampingan.
Pemilik konsesi PT Timah Tbk, di Bangka Belitung tak menyoal sekitar lingkar konsesinya digunakan warga menambang. Tentu dengan skema tambang resmi, atau kemitraan resmi. Tidak dapat tambang non resmi. Maka kini Bangka Belitung kedua di Poboya role model itu dapat dilakukan.
Siapa yang bisa melakukan dan dipercaya masyarakat Poboya, PT CPM dan pemangku kepentingan? Yaitu tentu pemerintahan pusat, Presiden Prabowo Subianto memiliki mata dan telinga hingga ke dapur dapur rakyatnya yang miskin.
‘’Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki perangkat lunak dan keras mata dan telinga hingga ke dapur rakyatnya yang miskin. Beliau saja kita percayakan untuk mengambil skema di wilayah konsesi PT CPM dapat berdampingan rakyat menambang seperti di konsesi PT Timah Tbk. Kami siap terpimpin dengan usulan itu,’’ tegas Sekretaris DPW PKB Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Safri ketika dialog internal dengan redaksi kailipost.com 17 Pebruari 2026. ***







