SULTENG – Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan pengurus Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Sulawesi Tengah (Sulteng) berbagi kasih dengan 25 kepala keluarga, warga prasejahtera di Palu, Selasa (10/2).
Setiap warga yang didatangi di rumahnya diberikan satu karung beras dan angpao berisi sejumlah uang. Penyerahan bantuan berlangsung dari siang hingga malam hari. Bahkan, bendahara INTI Sulteng, Willem Chandra masih melanjutkan penyerahan sampai Rabu (11/2) pagi.
Ketua INTI Sulteng, Rudy Wijaya menjelaskan, kegiatan pembagian sembako ini adalah sebagai bentuk rasa syukur, sehingga dapat saling berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Palu dalam menyambut Hari Raya Imlek tahun ini.
“Paket Cinta Kasih yang kita bagikan berupa sekarung beras dan angpao. Mudah-mudahan sembako yang kami berikan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dalam menyambut hari raya Imlek ini,” kata Rudy Wijaya.
Dikatakan, kegiatan seperti ini sudah rutin dilakukan setiap tahun menjelang Imlek. Kali ini sasaran utama adalah sesepuh yang tidak mampu. Mereka didatangi di rumahnya masing-masing untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan bantuan sembako dan angpao.
Sebelumnya ia menyebutkan tidak kurang dari 5.000 jiwa warga keturunan Tionghoa yang di Kota Palu. Mereka mayoritasnya bergelut di dunia usaha (pengusaha), yang akan merayakan Hari Raya Imlek. Sehingga tentunya memiliki makna mendalam bagi warga keturunan Tionghoa di Kota Palu.
“Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan dedikasi seluruh pengurus dan anggota INTI dan PINTI yang telah bekerja keras sehingga kegiatan Baksos Imlek dapat berjalan sukses. Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian INTI dan PINTI kepada sesama,” kata Reinhard Winarto, salah seorang donator yang aktif mengikuti baksos.
Sementara Ketua PINTI Sulteng, Suryawati Hosari didampingi Elma Ruauw, menjelaskan, bakti sosial Imlek sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan warga keuturnan Tionghoa prasejahtera. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan Imlek bagi warga Tionghoa prasejahtera.
Melalui gerakan berbagi, perayaan Imlek 2026 diharapkan dapat menjadi ruang penguatan solidaritas sosial sekaligus mempertegas nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Perayaan ini menjadi cerminan semangat persatuan dalam keberagaman serta upaya bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Suryawati.
“Pada kegiatan ini kami juga berkolaborasi dengan teman-teman dari Lions Club. Seperti Lions Club Palu Maleo, Lions Club Mutiara, dan Lions Club Milenial. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami karena dapat melihat langsung kondisi warga penerima bantuan,” kata Sekretaris dan Bendahara INTI Sulteng,” Dolof Tirayo dan Willem Chandra.
Keduanya menceritakan, dengan turun langsung ke lapangan, mereka bisa merasakan dan memahami keadaan mereka. “Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbagi,” kata Dolof.
Sementara salah satu pengurus INTI Sulteng yang jga Presiden Lions Club Palu Maleo, Charles Amin menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya Baksos Imlek INTI.
Dia juga mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus dan anggota INTI dan PINTI yang telah bekerja keras sehingga kegiatan Baksos Imlek dapat berjalan sukses. ***








