SULTENG – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026 di Palu, mengusulkan sejumlah nama di jabatan direktur yang mentereng.
Ada nama Isdar E Burhanuddin. Calon Direktur Operasional. Siapakah dia? Namanya tak familiar di Kota Palu. Tapi, di internal bank milik rakyat Sulteng itu Isdar adalah mantan kepala bagian umum dan kesekretariatan. Kini dicalonkan di RUPS LB sebagai calon direktur operasional.
Selanjutnya ada nama Firmansyah Azis. sebagai Calon Direktur Bisnis. Di laman pencarian google nama serupa disebut sebagai akademisi dan peneliti hukum Universitas Tadulako. Apakah benar? Setidaknya membutuhkan informasi pembanding.
Ada nama Nolvi Kalinta sebagai calon Komisaris serta Novi Ventje B. Kaligis sebelumnya komisaris independen dicalonkan sebagai Komisaris Utama Bank Sulteng.
Sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid meminta Pemkab/Pemkot yang memiliki saham untuk aktif memperkuat PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng).
Sindiran gubernur disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026 di Palu.
Sebagai pemegang saham pengendali (PSP) gubernur meminta Pemda kabupaten/kota dapat bekerja sama secara konsisten dengan Bank Sulteng, tidak hanya sebagai pemegang saham, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memperkuat basis ekonomi daerah.
BERITA TERKAIT : https://kailipost.com/2026/02/gubernur-sindir-pemda-pemegang-saham-untuk-kompak-besarkan-pt-bank-sulteng.html
Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Sulteng sebagai ikon perbankan daerah dan motor pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. ‘’Bank Sulteng adalah milik kita bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen nyata dari seluruh pemegang saham, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, untuk mendukung dan memajukan Bank Sulteng melalui pemanfaatan layanan perbankan secara optimal,” tegas gubernur. ****








