Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri juga ‘jenggah dan begah’ dengan praktik tambang tak resmi di Parimo. Ada fakta pahit yang mesti dikatakan, ‘’Ada PETI ada aparat, ada pemerintah ada rusaknya alam sering banjir bandang, tapi semua itu semua kok jalan seperti berulang – ulang. Nanti kalai banjir baru viral dan penertiban yang seperti menggugurkan kewajiban. Habis itu jalan lagi tambang, ada banyak fakta di depan mata miris,’’ sindir keras anggota DPRD itu.
PEMBIARAN
Ketua Fraksi PKB itu menyebut fakta depan mata itu karena ada pembiaran. Ada kelemahan penegakan hukum. Ada dugaan jahat kongkalikong yang merusak alam. ‘’Kalau tegas mana ada ilegal. Mana ada orang berani melanggar rambu lalu lintas kalau Polantas selalu tegas dan monitor jalan raya. Jangan cari analog yang susah,’’ jawabnya seakan ‘menampar wajah penegak hukum’








