MEMBONGKAR DARI DALAM; BENCI ATAU KRITIK 

  • Whatsapp


Demikian juga di ruang media arus utama. Tak jauh beda. Beberapa media online memilih selektif menjelmakan rilis berita menjadi karya jurnalisme. Sebuah karya yang harus dibangun dengan standard dan instrumen yang ketat serta dapat dipertanggungjawabkan. 


Terlebih ada fenomena, kritik media dicounter dengan rilis ‘tandingan’ bukan dengan hak jawab atau hak koreksi sebagaimana reformasi melahirkan UU Pers No 40/1999. 


Mesin cetak pencitraan Gubernur Anwar Hafid secara kontemporer kini menghadapi kritikan cukup tajam dengan intensitas makin sering. Benarkah ini akan efektif menggerus gelontoran dana branding? Benarkah ‘membongkar dari dalam’ motif sakit hati, benci atau memang kritik untuk menyeimbangkan arah kekuasaan. 


Kritik ke gubernur juga sudah merembet ke ruang formal – gedung wakil rakyat. Fraksi PDIP dan anggota DPRD Marselinus di forum LKPj meminta dua program strategis Berani Cerdas dan Berani Sehat dihentikan sambil diperbaiki sistem, prosedur dan mekanismenya. 

Berita terkait