PALU – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri menyambut Brigjen Pol Nasri Sulaeman sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggantikan Irjen Pol Endi Sutendi.
Pergantian pucuk pimpinan di Polda Sulteng tersebut merupakan bagian dari mutasi terbaru Polri pada Mei 2026. Safri menilai kehadiran Kapolda baru menjadi momentum penting untuk memperkuat stabilitas keamanan sekaligus pengawasan terhadap berbagai persoalan strategis di daerah.
Tantangan terbesar yang kini dihadapi Sulteng, kata Safri adalah eksistensi kawasan industri pertambangan, khususnya di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara yang saat ini menjadi episentrum industri nikel nasional.
Ia menegaskan, Kapolda baru dituntut untuk lebih tegas dalam melakukan audit keamanan industri menyusul sejumlah insiden kecelakaan kerja yang beberapa kali menjadi perhatian publik.
“Sulawesi Tengah saat ini menjadi pusat industri nikel nasional. Karena itu aspek keselamatan kerja dan keamanan industri harus menjadi perhatian serius. Kami berharap Kapolda yang baru dapat memastikan seluruh perusahaan mematuhi standar keselamatan kerja dan regulasi yang berlaku,” ujar Safri dalam rilisnya, Senin (18/5/2026).
Selain persoalan keselamatan kerja, Safri juga menyoroti masih kerap munculnya konflik agraria dan sengketa lahan antara korporasi dengan masyarakat lokal di kawasan industri dan pertambangan.
Ia berharap Brigjen Pol Nasri Sulaeman mampu memposisikan institusi kepolisian sebagai mediator yang adil dengan mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat dan masyarakat lokal.







