INVESTOR KELUAR INDONESIA
Beberapa laporan akhir pekan akhir Juli 2026 investor ke luar Indonesia ternyata bukan isapan jempol. Bukti nyata tepat di hidung kita adalah tutupnya PT Gumbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara. Tercatat memutus hubungan kerja 16 ribuan. Termasuk warga Sulteng terimbas PHK.
Kedatangan Gubernur Anwar Hafid dua kali ke China (Mei dan Juli 2026) tak hanya sekadar menguji ‘pamor dan talenta’ yang sukses memboyong PT IMIP ke Morowali, kala itu. Tapi juga akan menjadi catatan digital apakah Provinsi Hainan dan Sichuan tertarik investasi ke Sulteng.
Larinya investor karena kemudahan izin, dukungan daerah, keamanan usaha, dan lambatnya birokrasi. Keluhan itu bukan rahasia lagi. Mengurus izin, OSS, izin eksploitasi, dokumen Amdal, kajian darat, kajian laut, kajian udara (kalau perlu), menunggu Pertek Pertek lembaga tehnis dan struktural, jaminan reboisasi dan lain lain setiap pengusaha bisa menghabiskan waktu tiga tahun. Baru urusan izin sampai dapat eksploitasi, atau pabrik jalan produksi.








