Jerman Berniat Investasi Mineral, Pertanian dan Perkebunan di Sulawesi Tengah 

  • Whatsapp
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste diterima Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido dalam sebuah pertemuan. foto/pemprov

SULTENG, 27 Agustus 2026 – Negara Jerman berencana investasi di Provinsi Sulawesi Tengah di bidang pertanian, perkebunan dan mineral. 

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido menerima kunjungan kerja Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste  di Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah  (26/08/2026).

Wagub Reny didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Rudi Dewanto serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait, menyebut Sulteng membuka diri investasi yang berkelanjutan. 

Sedangkan Ralf Beste mengatakan, hubungan kerja sama antara Jerman dan Indonesia telah terjalin selama kurang lebih 70 tahun dan terus berkembang di berbagai bidang. 

Menurutnya, Sulteng memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, serta pengelolaan sumber daya alam. Selain sektor pertanian dan perkebunan, Duta Besar Jerman juga menyoroti potensi kerja sama di bidang mineral yang menjadi salah satu sektor unggulan Sulteng. 

Selain kakao, Wagub juga menyampaikan potensi pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi produk perkebunan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong pembangunan industri pengolahan agar hasil perkebunan memiliki nilai tambah.

Ia mencontohkan, pengolahan kelapa nantinya dapat menghasilkan berbagai produk turunan seperti santan, susu kelapa, hingga pemanfaatan tempurung sebagai bahan energi alternatif.

“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah tetapi mendapatkan manfaat yang lebih besar,” katanya. *** 

Berita terkait