Ilmu pemerintahan lanjutnya, memiliki karakteristik yang unik di mana mereka yang mempelajari ilmu pemerintahan pasti menjadi generalis yakni seseorang yang memiliki pengetahuan luas tetapi tidak terlalu dalam di setiap bidangnya.
“Mereka yang belajar ilmu pemerintahan pasti tahu banyak walau hanya sedikit,” kupasnya merujuk istilah generalis.
Ilmu pemerintahan juga disebut Gubernur Anwar sebagai pangkal penting dalam mengelola negara yang besar. Karena itu, ilmu ini diharapnya jangan sampai terhenti di ruang-ruang akademis tetapi mesti dipraktikkan secara nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Karena itu, MIPI adalah wadah yang terbuka bagi siapa saja untuk bersinergi dan mendorong tata kelola yang baik demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Siapa saja bisa bergabung asal peduli dengan ilmu pemerintahan,” dorongnya, mengajak para akademisi, praktisi, pemerhati, dan pengabdi di bidang ilmu pemerintahan untuk ikut bergabung ke dalam MIPI.
Usai Sulteng, sejumlah provinsi juga telah menyatakan kesiapan kepada Ketum MIPI Anwar Hafid untuk melantik Dewan Pengurus Wilayah MIPI, seperti Banten dan DKI Jakarta.








