SD Buyu Katedo, Menanti Kepedulian Pemkab

GEDUNG Permanen itu tampak tak terurus, warna cat yang melekat pada bagian dinding depan sudah banyak terkelupas. Sementara rerumputan di sekitarnya menjalar ke sana kemari, nyaris menutupi papan nama sekolah dasar bernama, SD Buyu Katedo itu. Letaknya yang jauh dari pusat kota membuat sekolah ini tak banyak dilirik orang.

Begitulah gambaran sekolah yang terletak di salah satu dusun di Desa Sepe, Kecamatan Lage ini, mengusik naluri kepedulian kita. Bukan apa-apa, pada  saat sekolah lain mendapatkan sejumlah bantuan bangunan fisik, mobiler dan buku-buku pelajaran lainnya, sekolah yang berada di kawasan perbukitan ini sejak tahun 2001 lalu, tak lagi berfungsi. Padahal sebelumnya, sekolah ini sempat menjadi tumpuan harapan warganya untuk menghadirkan generasi cerdas berakhlak sebagaimana idaman seorang guru.

Bacaan Lainnya

“Dulu anak-anak dari sini sempat jadi bintang kelas, setelah melanjutkan sekolahnya ke SLTP. Tapi itu dulu, sekarang sekolahnya tak dibuka lagi”, kata seorang warga Dusun Butu Katedo, berharap sekolah tersebut bisa difungsikan kembali. Karena Sekolah tumpuan harapan warga itu belum dibuka sampai saat ini, anak-anak Buyu Katedo pun harus  rela mengayun langkahnya sejauh 4 km ke Sepe.

Menurut Kepala Dusun Buyu Katedo, Sujoko, saat ini terdapat 26 anak yang sedang belajar di Sepe, mereka ini setiap hari pulang pergi dengan menggunakan mobil terbuka (oto open) yang difasilitasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Karena mobil yang disiapkan dijadwalkan hanya satu kali setiap hari, jadi anak-anak kelas 1-5, terpaksa harus menunggu waktu pulang kelas 6, sekitar jam 13.00 siang”, jelas Sujoko.

Atas fenomena tersebut, pemerhati pendidikan di Dusun Buyu Katedo, berharap agar Pemda bisa membuka kembali SD Buyu Katedo. Asal tahu saja, sejauh ini warga telah menyampaikan keinginannya kepada Pemda berkali-kali, bahkan dalam pelaksanaan Fokus Group Discution (FGD), bulan lalu di Hotel Kartika, suara warga kembali menguat. “Waktu itu saya tegaskan kembali aspirasi warga, dan perwakilan Dinas Pendidikan berjanji secepatnya akan membentuk tim untuk meninjau SDN Buyu Katedo”, kata Agus, pegiat ‘Rumah Belajar’ di Dusun Buyu Katedo. **

Reporter/editor: Darwis waru 

banner 728x90

Pos terkait