Turonggo Budoyo Menanti Bantuan Pemerintah

  • Whatsapp
.

Reporter/Morut:
Pariaman Tambunan

TRANSMIGRAN Asal Blitar Jawa Timur, Mislan yang
tinggal di desa Lembontonara kecamatan Mori Utara Morut, mendirikan kesenian
budaya Jawa kuda lumping Turonggo Budoyo dengan peralatan seadanya.
Warga yang ikut transmigrasi tahun
1972 ini ingin melestarikan budayanya di daerah Morut.

“Tujuan utama mendirikan kesenian
kuda lumping di Sulteng, agar seni budaya ini bisa berkembang di manapun,” terang
Mislan, Minggu (6/1/2019).

“Agar bisa seiring dengan kemajuan
teknologi yang merambah kesemua bidang,termasuk bidang kesenian telah
mengurangi nilai-nilai budaya di masyarakat, utamanya kesenian Jawa kuda
lumping di Sulteng ini sudah mulai punah,” tambahnya.

Untuk itu pihaknya berharap kepada
Gubernur Sulteng dan Pemkab Morut, melalui dinas Parawisata, memberikan bantuan
peralatan kesenian kuda lumping, agar bisa kami berjalan dengan baik,membudayakan
dan bisa dilestarikan.

Semenjak berdirinya paguyuban
kesenian kuda lumping Turonggo Budoyo yang berada di desa Lembontonara Morut
ini belum pernah mendapat sentuhan atau bantuan apapun dari pihak pemerintah
Propinsi Sulteng dan Pemkab Morut. 

“Kami sungguh sangat mengharapkan
bantuan peralatan itu, agar seni budaya ini bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Dengan adanya kesenian kuda lumping Turonggo
Budoyo ini akan mampu menumbuhkan semangat mencintai kubudayaan Jawa yang ada
di Sulteng ini dan bisa semakin eksis.**

Pos terkait

banner 580x60