Bayu & Pemred NP Lapor Balik Bupati Poso

  • Whatsapp
Reportase:
andono wibisono
TAK
TERIMA
 Dilaporkan Bupati Poso Darmin A Sigilipu dalam kasus
pencemaran nama baik, dan UU ITE di Polda Sulteng, Owner dan pimpinan redaksi
Nuansa 
Pos hari ini (Senin, 15/07/2019)
berencana balik melaporkan hal yang sama. Bahkan, pengacara Bupati Poso,
Suprianus Kandolia SH pun dilaporkan juga. Demikian rilis yang dikirim
Pemred NP, Irfan Pontoh ke jurnalis kailipost.com malam (14/07/2019) via WA.
Diterangkan,
sesuai LP: 158/V/2019/SPKT Polda tanggal 28 Mei 2019, Bupati Darmin Sigilipu
melaporkan Owner Nuansa Pos  Bayu Alexander Montang, terkait pemberitaan
Harian Nuansa Pos. Menyusul Jumpa Pers Bupati Poso Darmin Selasa malam
(28/5/2019) bertempat di Hotel Santika Palu, yang pada prinsipnya dalam 
kesempatan itu secara sengaja dan terang-terangan Bupati
Darmin menyampaikan pelaporan pidana yang telah dilakukan, termasuk salah
satunya menyebut/menuduh Owner NP Bayu Alexander Montang telah
melakukan tindak pidana  terkait pemberitaan.
Atas
rangkaian peristiwa tersebut, patut diduga Bupati Darmin telah secara sengaja
dan terang benderang menyerang kehormatan dan nama baik  Owner dan
Pemred 
NP, sehingga dapat diasumsikan Bupati
Darmin Sigilipu telah melakukan sejumlah pelanggaran hukum sebagaimana diatur
dalam ketentuan Hukum Pidana; pasal 220 KUHP dan pasal 317 KUHP; Pasal 310
KUHP.

Sedangkan laporan untuk pengacara Bupati Poso yaitu, Suprianus Kandolia
SH yaitu terkait dengan pasal 27 Ayat 3 juncto pasal 45 UU ITE. Hal itu menurut
Irfan, Kamis (11 Juli 2019) sekitar pukul 10.00 Wita, ia selaku pemimpin
redaksi Nuansa Pos mengirimkan chat WA  melalui nomor 0812-9504-XXX yang
diketahui adalah milik saudara Suprianus Kandolia.
Inti
komunikasi dalam chat wa tersebut, adalah permintaan konfirmasi kepada yang
bersangkutan selaku kuasa hukum Bupati Poso, dan dalam chat tersebut jelas 
menyertakan nama dan jabatan selaku Pemimpin Redaksi Harian Nuansa Pos.
Tetapi, sekitar pukul 10.29 Wita, terlapor Suprianus Kandolia membalas
permintaan konfirmasi tersebut yang intinya mengatakan baiknya bertemu
dengan ditambah bahasa yang kurang baik, ‘’Jangan cuma teriak di WA saya tunggu
yaa, sekalian ajak pemiliknya,” Dan saat itu pula sekitar pukul 10.33
Pemimpin Redaksi Nuansa Pos Irfan Denny Pontoh menanggapi hal itu dengan
menegaskan tak ada kaitan urusan pemberitaan dengan  pemilik
koran, itu urusan dan tanggungjawab pemimpin redaksi. 
Ditegaskan pula kesiapan Pemred NP untuk bertemu dalam kepentingan konfirmasi/klarifikasi
pemberitaan, yang kemudian ditanggapi kembali oleh saudara Suprianus Kandolia
bahwa yang bersangkutan sedang berada di Jakarta  dan keesokan
harinya baru datang. 
Jumat  12
Juli 2019  sekitar pukul 10.28 Wita, Irfan Denny Pontoh kembali
mengirimkan chat WA ke Suprianus Kandolia. Intinya, untuk memastikan pertemuan
untuk 
konfirmasi sebagai chat WA sehari sebelumnya.
Menyusul pukul 18.11 Wita, Irfan Denny Pontoh kembali mengirimkan chat WA
yang sifatnya konfirmasi termasuk mempertegas  soal pemberitaan
headline NP untuk edisi keesokan harinya.
Saat itulah,
Suprianus Kandolia sekitar pukul 18.11 Wita memberikan jawaban yang sifatnya
mengandung maksud penghinaan yang seutuhnya dia menuliskan kalimat 
sebagai berikut :“Anda itu  Kayak Preman dipinggir jalan, tidak
punya etika. Anda PEMRED. Kalo bertanya sebutkan nama anda lengkap dengan
identitas dan detail 
pertanyaannya” 
Irfan sekitar
pukul 18.30 Wita dan 18.34 Wita membalas chat WA itu dengan intinya menegaskan
nama dan identitas sudah jelas dan sekali lagi meminta tanggapan 
sesuai substansi konfirmasi, sekaligus juga mengingatkan Suprianus
Kandolia untuk memperbaiki bahasa dan mempertanggungjawabkan pernyataan yang
menyebut dirinya seperti Preman Jalanan. Sabtu 13 Juli 2019, Nuansa Pos
memberitakan peristiwa tersebut  dengan judul berita, ‘’SUPRIANUS
KANDOLIA NGAMUK, SEBUT PEMRED NP PREMAN JALANAN”
.** 

Pos terkait

banner 580x60