Kapolsek Buteng Berang, Pawai Takbir Gunakan Knalpot Bogar

  • Whatsapp

Reporter: Bambang Sumantri

Pawai takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 10
Dzulhijjah 1440 H, Sabtu (10/08/2019) di Kecamatan Bungku Tengah menjadi
sorotan dari warga dan warganet.

Pasalnya,
peserta yang menggunakan sepeda motor berknalpot bogar dianggap menodai
kekhusyukan dalam melantunkan takbir, tahlil dan tahmid sepanjang rute pawai.

Kericuhan
pun nyaris terjadi usai pelaksanaan pawai takbir, dimana para pengendara motor
berknalpot bogar membunyikan gas berkali-kali di depan Masjid Agung Morowali
Bumi Fonuasingko, dimana masjid tersebut merupakan ikon kebanggaan masyarakat
Morowali.

Bahkan
tak hanya itu, para peserta pawai sempat menggelar balapan liar yang membuat
beberapa warga murka dan nyaris terjadi keributan. Salah seorang warga Desa
Bente dengan nada tinggi mengecam para pengguna motor berknalpot bogar karena
mengganggu kenyamanan.

“Bosan
kami biarkan, untung tadi cepat bubar, kalau tidak kami juga bisa bertindak
kasar, ini juga orang tuanya ko’ membiarkannya gunakan knalpot bogar”
ungkapnya.

Menyahuti
keluhan warga yang sudah sampai dituangkan dalam status facebook dan group
Whats App, Kapolsek Bungku Tengah AKP Afanzet Rapar pun geram. Ia bersama beberapa
anggotanya langsung turun ke titik kumpul dan membubarkan massa yang rata-rata
berusia remaja dan sempat melakukan pengejaran.

Kapolsek
menegaskan agar para orang tua juga berperan mengingatkan anak-anaknya untuk
tidak menggunakan knalpot bogar, apalagi dalam suasana pawai takbir yang
membutuhkan suasana tenang dan khusyu’ sehingga lebih bermakna.

“Kami
dari Kepolisian sudah cukup bersabar dengan pengguna knalpot bogar, warga
sangat banyak yang mengeluh dan ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus karena
dianggap sangat mengganggu, kami minta peran orang tua menjaga anaknya
masing-masing, jangan dibiarkan karena merugikan orang lain maupun dirinya
sendiri” ujarnya. ***

Berita terkait