Indonesia Berduka, Ini Rentetan Bencana di 16 Hari Pertama 2021

  • Whatsapp
banner 728x90 banner 728x90 banner 780x80

Kailipost.com,- Bulan Januari 2021 Baru berjalan 16 hari, tetapi bencana baik alam dan non alam telah silih berganti melanda Indonesia pada awal 2021. Belum lagi rentetan bencana tersebut datang di tengah wabah Pandemi Covid-19 yang sedang mengalami penaikan kasus secara signifikan.

Awal mula bencana besar di bulan Januari 2021 dibuka dengan longsor yang terjadi di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (09/01/2021) pada pukul 15.30 WIB dan susulan 18.30 WIB.

Detik.com melaporkan hingga Sabtu (16/01/2021), total korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sudah 25 orang. Sementara yang masih tertimbun sebanyak 15 orang, saat ini tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban tertimbun.

Tak berlangsung lama dari kejadian longsor di Sumedang, warga Indonesia lalu dikejutkan dengan hilang kontaknya pesawat komersial Sriwijaya Air SJ-182 yang ternyata jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Sebelumnya, pesawat rute dari Jakarta menuju Pontianak itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB dan hilang kontak, empat menit kemudian pada pukul 14.40 WIB.

Penumpang pesawat diketahui berjumlah 62 orang yang terdiri atas 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Hingga saat ini belum ditemukan satupun penumpang pesawat yang dinyatakan selamat.

Belum usai duka kecelakaan pesawat Sriwijaya Air tersebut, kabar duka kembali menyelimuti umat Islam di Indonesia. Pada Kamis (14/01/2021) pagi sekitar pukul 08.30 WIB, ulama besar Indonesia Syech Ali Jaber tutup usia.

Hal ini membuat umat Islam terpukul dan kehilangan sosok Pedakwah kondang yang juga menjadi juri acara TV Hafidz Qur’an setiap bulan Ramadhan itu.

Masih hari yang sama, tepatnya pada pukul 14.35 WITA, gempa bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah Sulawesi Barat dan diketahui pusatnya berada di Kabupaten Majene.

Tak hanya sampai disitu, aktivitas seismik sesar Mamuju-Majene juga menyebabkan gempa susulan dengan kekuatan lebih dahsyat yakni M 6,2 pada Jum’at (15/01/2021) dinihari pukul 02.28 WITA ketika warga sedang tidur lelap dan menimbulkan banyak kerusakan.

Hingga Sabtu (16/01/2021) pukul 18.00 WITA, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaporkan korban jiwa di Majene dan Mamuju sebanyak 46 orang. Kemudian sebanyak 826 orang luka-luka dan 415 rumah rusak akibat gempa tersebut. Kini bencana gempa di Sulbar telah ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Masih pada hari Jum’at (15/01/2021), bencana banjir besar melanda wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), CNN melaporkan ada ribuan rumah yang terendam banjir bahkan hampir di seluruh daerah di Provinsi itu.

Akibat perhatian lebih banyak ke gempa yang terjadi di Sulbar, tagar #KalselJugaIndonesia menjadi trending di Twitter ketika malam harinya. Warganet meminta tolong agar banjir segera ditangani dan juga mengeluhkan belum adanya bantuan yang datang.

Bencana juga menimpa Provinsi lain di Utara Sulawesi. Kumparan.com melaporkan hujan deras yang terjadi sejak Jumat (15/01/2021) malam hingga Sabtu (16/01/2021), mengakibatkan hampir seluruh wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara tergenang air. Di beberapa tempat, air bahkan sudah setinggi dada orang dewasa dan terjadi longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah, menyebut, korban jiwa akibat banjir dan longsor sebanyak enam orang, dan satu dilaporkan tertimbun tanah.

Korban meninggal tersebut karena terjadi tanah longsor yang menimbun rumah di lokasi Perkamil Lingkungan 5. Adapun beberapa daerah yang terjadi banjir dan longsor yakni Kecamatan terdampak bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Singkil (lima kelurahan), Kecamatan Tuminting (lima kelurahan), Kecamatan Bunaken (satu kelurahan).

Kemudian yang terupdate, bencana alam kembali terjadi pada Sabtu (16/01/2021) sore. Sekitar pukul 17.48 WIB, Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur dilaporkan meletus.

Inews.id melaporkan, kucuran awan panas menjangkau hingga jarak luncur sekitar 4,5 kilometer (km). Pada pukul 19.00 WIB, Gunung Semeru masih mengeluarkan awan panas.

Mengenai status gunung tersebut, saat ini Gunung Semeru menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih berada pada level II atau ‘Waspada’ dan sedang. Masyarakat yang bermukim di sekitarnya dihimbau agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Di 16 hari awal tahun 2021 memang penuh duka bagi seluruh warga negara Indonesia dan diminta untuk selalu waspada. Mengingat, Indonesia akan diterpa cuaca ekstrem (bencana hidrometeorologi) beberapa waktu ke depan berdasarkan laporan Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).***

Reportase: Indra Setiawan

Pos terkait

banner 780x80