
SAFRI MURKA
Ia juga sempat murka karena ditakut-takuti nama institusi kepolisian. Mantan aktivis pergerakan mahasiswa Islam menuding cara – cara PT Pantas Indomining mencatut pejabat polisi mengindikasikan model investasi yang tidak sesuai aturan dan perundang-undangan.
BERITA TERKAIT : https://whatsapp.com/channel/0029Vb6FPIFBPzjgnIFQ6V3V/1446
Hal itu terjadi ketika di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD (25/2/2026). Kepada media ini, Ketua Fraksi PKB menyebut hal itu membenarkan pola investasi perusahaan yang mengabaikan hak hak rakyat dan daerah. ‘’Siapa dia? (perusahaan). Kami kan atas nama kelembagaan negara kok masih ada pakai pakai nama pejabat polisi,’’ tuturnya ke kailipost.com pagi (26/2/2026).
Safri menilai sikap perusahaan tersebut tidak etis dan cenderung mengintimidasi forum resmi DPRD dengan membawa-bawa institusi kepolisian dalam pembahasan aktivitas pertambangan mereka. ***









