PALU – Ketegangan geopolitik internasional belum dapat diprediksi kapan mereda. Sejumlah dampak mulai terasa. Utamanya, kebijakan energi dan langkah preventif di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan work from home (WFH) pasca lebaran Idul Fitri 1447 H.
Sehari dalam sepekan, WFH bagi aparatur sipil negara atau ASN. Dan juga sektor swasta. Tujuannya menghemat anggaran dan konsumsi BBM. Prediksi istana sehari dapat menghemat 20 persen BBM di Indonesia.
Pemerintahan Kota Palu merespon positif wacana Presiden Prabowo. Kepada wartawan madya kailipost.com, Wali Kota Hadianto Rasyid menyebut wacana Presiden Prabowo Subianto adalah langkah tepat, cepat dan optimal.
Alasannya, dengan WFH, seluruh kegiatan pemerintahan di Indonesia kata Hadi akan menghemat biaya listrik, pemakaian AC dan mobilitas ASN yang menggunakan BBM. ‘’Insha Allah Pemkot Palu menunggu kebijakan tehnis Pak Mendagri dan langsung akan menerapkan WFH. Iya geopolitik akibat perang dan di sanalah kekuatan minyak mentah dunia. Mau tidak mau, suka tidak suka apa yang diwacanakan Bapak Presiden sudah sangat tepat. Penghematan anggaran, efisiensi BBM dan listrik kantor ASN,’’ terangnya ketika menerima silaturahmi lebaran warga di kediamannya.
Berikut adalah poin-poin penting rencana WFH 2026:
- Waktu Pelaksanaan: Direncanakan setelah Libur Lebaran 2026 (pasca Idulfitri 1447 H).
- Tujuan: Efisiensi anggaran, menghemat konsumsi BBM akibat konflik Timur Tengah, dan mengurangi kemacetan.
- Sasaran: Terutama ASN (pusat dan daerah), dengan imbauan untuk diikuti sektor swasta.
- Durasi: Satu hari dalam seminggu (skema sedang dimatangkan).
- Efektivitas: Diperkirakan dapat menghemat hingga 20 % BBM. ***








