Ketua Fraksi PKB itu menegaskan, masyarakat berhak mengetahui secara detail, terang benderang penyebab insiden dan potensi kelalaian, sampai siapa yang harus bertanggung jawab.
“Jangan hanya berhenti pada pernyataan formal. Publik menuntut transparansi penuh. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegas Safri dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Sebelumnya, Corporate Secretary Nickel Industries, Richard Edwards, menyatakan bahwa tambang Hengjaya dihentikan sementara sambil menunggu investigasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Penyelidikan dijadwalkan dimulai pada 27 Maret 2026 untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta mengevaluasi kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.








