
Bagi Safri, langkah tersebut dinilai belum cukup. Ia mengingatkan agar penghentian operasi tidak dijadikan strategi meredam tekanan publik tanpa komitmen nyata membenahi sistem keselamatan kerja di lapangan.
“Jangan sampai ini hanya jadi manuver mereka dalam meredam sorotan publik. Kalau ada kelalaian, harus dibuka terang dan ditindak tegas,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng itu.
Safri juga memastikan pihaknya akan segera memanggil manajemen PT Hengjaya. Komisi III DPRD Sulteng, kata dia, akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat guna meminta penjelasan langsung dari perusahaan terkait insiden tersebut.
“Kami di Komisi III akan segera melakukan RDP dan memanggil pihak PT Hengjaya. Mereka harus menjelaskan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.








