SULTENG – Satu Juta rupiah bila dibagi tiga bulan tak sampai Rp400 ribu. Itulah nasib para pekerja penolong organisasi perangkat daerah (OPD) di pemerintahan daerah Provinsi Sulawesi Tengah.
Beredar Surel mengatasnamakan Tenaga Honorer di Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng mengirim surat ke Gubernur Anwar Hafid. Surat itu pun bocor ke wartawan yang biasa mangkal di DPRD Sulteng. ‘’Itu surat elektronik alias Surel yang beredar isinya keluhan honorer Distabunak Sulteng,’’ aku salah seorang politisi DPRD.
Sebelumnya, sebanyak 2.000 an honorer di Pemprov Sulteng hingga kini nasibnya dikembalikan ke OPD masing – masing. ‘’Ada OPD malah mau minta honorer ke depan tenaga suka rela. Tunggu OPD-nya kita masih pantau. Kalau terjadi kita akan sikat ramai – ramai yang jelas melanggar hak layak dan kemanusiaan pekerja yang digunakan kapasitas dan tenaga tanpa imbalan jelas. Percuma banyak bicara agama kalau praktiknya tidak sesuai,’’ ujar Anleg itu geram di warung kopi, (18/3/2026).
Wakil Gubernur Reny A Lamadjido sudah meyakinkan honorer akan dibayar dan mendapat THR sebelum Idul Fitri. Sebagaimana menerima tiga orang perwakilan tenaga honor.
BERITA TERKAIT : https://kailipost.com/2026/03/delegasi-honorer-kecewa-usai-bertemu-wagub-sulteng-omon-omon-thr-tidak-jelas.html
Berikut Surel beredar mengatasnamakan tenaga honorer Distabunak Sulteng;
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yth. Bapak Gubernur,
Perkenankan kami, tenaga honorer di Dinas Perkebunan dan Peternakan (DISBUNAK), menyampaikan keluhan dan harapan kami.
Selama kurang lebih 3 tahun terakhir, pada masa kepemimpinan Ibu Maya hingga beliau pensiun, kemudian dilanjutkan oleh Plt. Ibu Rohani, kami sebagai tenaga honorer merasa sangat diperhatikan, terutama dalam momen-momen penting seperti menjelang Hari Raya.
Namun, pada kepemimpinan saat ini, kami merasakan adanya perubahan yang cukup berat bagi kami. Menjelang Lebaran ini, kami hanya menerima sebesar Rp1.000.000, padahal kami sudah bekerja selama 3 bulan. Dana tersebut disampaikan sebagai panjar honor bulan Januari 2026. Ini merupakan momen Lebaran di mana kebutuhan kami sangat banyak, namun perhatian terhadap kesejahteraan kami dirasakan sangat berkurang.
Selain itu, kami juga melihat adanya perbedaan perlakuan, di mana ASN mendapatkan bantuan sembako, sedangkan kami tenaga honorer tidak mendapatkannya, padahal pada tahun-tahun sebelumnya kami juga selalu menerima bantuan tersebut. Hal ini semakin membuat kami merasa kurang diperhatikan.
Kami juga ingin menyampaikan bahwa sebagian besar pekerjaan operasional, termasuk pengelolaan data dan aplikasi, banyak ditangani oleh tenaga honorer. Namun demikian, kami justru merasa kurang diperhatikan. Kondisi ini sangat berdampak bagi kami, bahkan ada rekan kami yang harus menahan kesedihan hingga menangis menjelang Lebaran karena setelah bekerja selama 3 bulan, hanya menerima Rp1.000.000.
Kami juga menilai bahwa pimpinan saat ini belum menunjukkan keberpihakan kepada tenaga honorer, serta terkesan kurang peduli terhadap kondisi dan kebutuhan kami. Hal ini membuat kami merasa tidak mendapatkan dukungan sebagaimana sebelumnya.
Melalui surat ini, kami memohon kepada Bapak Gubernur agar dapat memperhatikan kondisi kami dan memberikan solusi yang adil serta bijaksana, khususnya terkait kesejahteraan tenaga honorer di DISBUNAK.
Kami juga memohon agar hal ini segera ditindaklanjuti, mengingat adanya arahan dari Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur agar kepala dinas memperhatikan dan membayarkan hak tenaga honorer. Namun pada kenyataannya, kami merasa arahan tersebut belum dijalankan sebagaimana mestinya.
Besar harapan kami agar suara kami ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Hormat kami,
Tenaga Honorer DISBUNAK. ***









