KETIMPANGAN AKSES
Jarak antara wilayah selatan (Sausu) hingga utara (Moutong) menciptakan disparitas layanan publik. Warga di ujung utara seringkali merasa “dianaktirikan” karena pusat komando pembangunan terlalu jauh di pusat kabupaten.
KUALITAS SDM
Meskipun sarana fisik dibangun, indeks pembangunan manusia (IPM) masih merangkak pelan. Masalah stunting dan akses pendidikan di daerah terpencil masih menjadi rapor merah yang sulit disapu bersih dengan retorika politik.
TERGANTUNG SEKTOR PRIMER
Ekonomi yang terlalu bertumpu pada pertanian mentah tanpa hilirisasi membuat rakyat tetap menjadi “buruh” di tanah sendiri. Kita mengekspor bahan mentah, tapi membeli produk olahan dengan harga mahal.
TANTANGAN
Melawan “Kutukan” Daerah Penyangga
Menuju 2026, Parigi Moutong dihadapkan pada realitas baru: Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.








