
GUBERNUR DUA KALI RAPIM
Catatan redaksi, pasca honorer mengeluh empat bulan ‘didholimi’ OPD di Pemprov Sulteng, Gubernur Anwar Hafid murka. Tercatat dua kali rapat pimpinan OPD. Tegas, perintahkan bayar hak para mesin birokrasi yang berjasa.
Terakhir – rapat kedua ada OPD yang mengaku telah ‘hijau’ dalam paparan laporan. Ketika dikonfirmasi ke pelaku honorer di OPD itu, ‘’Itu kepala badan janji nanti dipotongkan di insentif. Jadi kami belum dibayar. Cuma lebaran saja satu juta. Pak gub kalau berani Sidak sesekali ke kantor kantor OPD, ajak bicara honorer langsung. Jangan rapat dengan Kadis atau Kaban saja. Ayo kamaimo kita tunggu komiu pak gub,’’ ujar honorer geram.
Demikian juga honorer status Nakes rumah sakit daerah yang kini melayani pasien BERANI SEHAT meluap. Bertambah aktivitas dan pelayanan. Tapi tak mendapat perhatian kesejahteraan. Tak ada remunerasi. ‘’Bagus kalau wartawan memang tanya apa harapan di hari Buruh sekarang. Kami butuh perhatian karena jam layanan dan kerja meningkat jumlah pasien,’’ aku Nakes RSUD Undata Palu. ***








