SULTENG, 21 Juli 2026 – Program Bedah Rumah dapat berjalan dengan cepat, tepat dan bermanfaat apabila berbasis data yang valid, menggunakan teknologi digital dan inovatif. Demikian pernyataan penting Reny A Lamadjido, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui, penerima manfaat Program Bedah Rumah adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Hal itu terungkap di Rapat Kolaborasi Integrasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Sertifikat Tanah Gratis bagi MBR Penerima BSPS Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Tengah yang mengambil tema “Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat”, yang berlangsung di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah (20/07/2026).
Wagub menyampaikan keberhasilan program perumahan bergantung pada kualitas data yang akurat, lengkap, dan tepat sasaran. Menurutnya, data menjadi fondasi utama dalam menentukan kebijakan, menghindari kesalahan sasaran, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau datanya valid, datanya tepat sasaran, dan datanya cepat, maka pekerjaan kita akan lebih mudah. Kita tidak boleh lagi bekerja dengan data yang tidak jelas. Setiap program pemerintah membutuhkan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Wagub.
Ia menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, yakni data lengkap, digitalisasi, dan inovasi. Ketiganya, kata dia, merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, digitalisasi akan mempermudah proses verifikasi, memperkuat transparansi, serta memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam memantau penerima manfaat program.
“Digitalisasi membuat pekerjaan kita lebih transparan dan akuntabel. Karena itu, saya meminta seluruh OPD memiliki data yang jelas dan sistem identifikasi yang baik,” tegasnya. ***








