Ia menegaskan huntara yang dibutuhkan bukan lagi tenda darurat, melainkan bangunan semi permanen yang layak dihuni masyarakat sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
“Yang paling mendesak sekarang adalah huntara. Jangan lagi model tenda, tetapi hunian sementara semi permanen yang layak ditempati dalam jangka waktu cukup panjang. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepastian,” tegasnya.
Gubernur juga meminta tim teknis bersama BMKG melakukan identifikasi kawasan rawan yang tidak lagi aman untuk pembangunan kembali. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama sebelum pembangunan rumah dilakukan di lokasi terdampak.








