MAKASSAR, 21 JULI 2026 – Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu makin menjadi figur sentral di Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah. Hari ini, Selasa, di Makassar Sulawesi Selatan, menjadi pembicara di event PAIR Annual Meeting 2026.
Tema sentral ‘’Coastal Communities Sulawesi: Science, Policy and Action” menghadirkan para peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, serta mitra pembangunan untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan perubahan iklim dan kesehatan (climate & health).
Climate & health merupakan bidang multi disiplin mengkaji hubungan antara perubahan iklim dengan kesehatan manusia. Tujuan utamanya yaitu pencegahan penyakit yang dipicu oleh perubahan iklim sekaligus memperkuat sistem kesehatan.
Hadianto, menekankan clue pentingnya hasil penelitian jadi landasan teoritis penyusunan kebijakan pemerintah.
Karena, katanya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus didasarkan pada kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan tentu melalui sebuah kajian. Oleh karena itu, rekomendasi para peneliti, khususnya PAIR, dalam mengatasi persoalan climate & health beserta berbagai dampaknya sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Bukan hanya Pemerintah Kota Palu, tetapi menurut saya seluruh pemerintah membutuhkan hal tersebut,” ujar wali kota periode kedua di Palu itu.
Wali kota menegaskan, apabila rekomendasi ilmiah telah tersedia, Pemerintah Kota Palu siap menerjemahkannya ke dalam kebijakan dan langkah nyata di lapangan. ‘’Kalau sudah ada rekomendasi, maka Pemerintah Kota Palu siap mengeksekusi,” tegas Wali Kota.
Menurut Wali Kota, kolaborasi antara pemerintah dan dunia penelitian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang adaptif, berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Selanjutnya, Wali Kota Hadianto mengikuti sesi diskusi panel bersama sejumlah peneliti PAIR guna memberikan saran arah penelitian di masa depan untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.
Selain itu, Wali Kota Hadianto menyarankan agar dilakukan kajian tambang ramah lingkungan perusahaan sebelum melakukan aktivitas pertambangan. Usulan itu di sesi rapat Research Advisory (saran penelitian) bersama sejumlah peneliti PAIR guna memberikan saran arah penelitian di masa depan untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.
Karena Sulawesi Tengah maupun secara nasional, tambang menjadi polemik lantaran kebijakannya pertambangan berada pada pemerintah pusat, daerah hanya dapat menerima risiko serta dampak lingkungan dari tambang.***







