Satgas Parkir Palu Gagal ! Wali Kota Diminta Tata Ulang Manajemen Retribusi Parkir  

  • Whatsapp
Tragedi Parkir di Kota Palu menelan korban jiwa. Pilisi dibacok, akhirnya dilumpuhkan. Oknum Jukir terjungkir dan informasinya meninggal dunia.desain/kailipost.com

PALU, 28 Agustus 2026 – Insiden oknum tukang parkir yang dituduh ‘Jukir liar’ menebas tangan korban seorang polisi, berakhir dengan tembakan. Akibatnya, sang jukir dikabarkan meninggal dunia (MD) semalam (27/8/2026). 

Peristiwa ini menjadi sorotan publik Jumat (28/8/2026) di acara Alkhairaat Radio, 95,90 MHz. ‘’Semua wali kota Palu berganti sukses membangun ini Palu. Tapi belum ada yang sukses menata perparkiran. Semua jalan jadi lahan parkir, ada bawa parang tidak pakai identitas dan watak preman yang membuat tidak nyaman pemilik kendaraan,’’ ujar pendengar radio pagi ini diakses redaksi. 

SATGAS PARKIR 

Wali Kota Hadianto Rasyid membentuk Satuan Tugas Parkir Palu. Peristiwa ‘Jukir Bawa Parang Tumbang di Dor Polisi’ tak lain tanggung jawab Satgas. ‘’Iya tanggung jawab Satgas itu. Mana tanggung jawabnya. Ada yang meninggal dan ada yang ditebas tangan polisi. Ini karena lemah pengawasan,’’ ujar pendengar radio. 

Parkir salah satu penerimaan pendapatan asli daerah Kota Palu. Pemkot diminta tidak hanya fokus pada penerimaan retribusi dan pajak parkir tanpa memberikan kenyamanan dan keselamatan jiwa warganya.

Masyarakat Palu meminta Wali Kota Hadianto mengisi personel Satgas Parkir yang kompeten, mampu memanajemen semua dinas berkolaborasi menuntaskan sengkarut tata kelola pundi PAD yang belum profesional, transparan, nyaman bagi warga dan modern. ‘’Kalau Care Free Day Jukir Dishub bawa QRIS kenapa itu tidak diterapkan saja pada semua sudut kota ini,’’ tandas warga Palu Selatan. ***

Berita terkait