Pagi Ini, Pesawat Bantuan Rohingya ke Bangladesh

  • Whatsapp

PESAWAT Hercules TNI AU yang membawa bantuan untuk pengungsi Rohingya akan bermalam di Banda Aceh. Penerbangan ke Bangladesh akan dilakukan pada Kamis besok. Keempat pesawat yang akan mengangkut berbagai jenis bantuan untuk Rohingya sudah mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Rabu (13/9/2017).

Burung besi pertama tiba di Tanah Rencong sekitar pukul 13.35 WIB dan selanjutnya berselang masing-masing sekitar 20 menit. Kedatangan pesawat ini disambut Komandan Lanud SIM Kolonel Pnb Suliono.

Setelah keempat pesawat parkir, para kru dan pilot kemudian masuk ke Posko Bantuan Kemanusiaan Rohingya. Lokasinya di sebuah ruangan di VVIP Lanud. Di sana, tim menggelar briefing dengan Airnav, BMKG dan pilot. Rencana keberangkatan serta teknisnya dibahas di sana. Komandan Satgas Civic Mission Indonesia Marsma TNI Nanang Santoso, mengatakan, pesawat yang akan berangkat mengantar bantuan ke Bangladesh berangkat dalam dua gelombang. Masing-masing ada dua pesawat yang terbang. Rencananya, pesawat mulai start engine sekitar pukul 05.45 WIB esok pagi.

“Kalau tidak ada halangan pukul 06.00 WIB sudah berangkat,” kata Nanang kepada wartawan.

Pesawat dengan nomor register A-1316 berangkat pertama. Pesawat yang dipiloti Mayor Bandung ini akan membawa bantuan seperti selimut dan tenda pengungsi. Sejumlah wartawan yang ikut meliput ke sana juga berangkat dengan pesawat ini.

Perjalanan dari Lanud SIM ke Bandara Chittagong, Bangladesh, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4 jam lebih. “Karena ada keterbatasan parkir di sana, maka yang berangkat pertama dua pesawat,” jelas Nanang.

AL-QAEDA ANCAM MYANMAR

Para militan al-Qaeda menyerukan dukungan untuk warga muslim Rohingya di Myanmar. Kelompok teroris itu pun mengancam pemerintah Myanmar akan mendapatkan “hukuman atas kejahatannya”. “Perlakuan biadab yang diberikan pada saudara-saudara muslim kita … tak akan berlalu tanpa hukuman,” demikian statemen al-Qaeda menurut kelompok pemantau ekstremis yang berbasis di Amerika, SITE seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (13/9/2017).

“Pemerintah Myanmar harus dibuat untuk merasakan apa yang telah dirasakan saudara-saudara muslim kita,” demikian disampaikan. Al-Qaeda juga menyerukan umat muslim di seluruh dunia untuk mendukung warga Rohingya di Myanmar dengan memberikan “bantuan, senjata dan dukungan militer”.

Gelombang kekerasan kembali marak di negara bagian Rakhine, Myanmar sejak 25 Agustus lalu, ketika para militan Rohingya melancarkan serangan-serangan ke puluhan pos polisi dan pangkalan militer. Otoritas Myanmar merespons serangan tersebut dengan melakukan operasi militer besar-besaran di Rakhine. Sekitar 400 ribu orang telah mengungsi ke Bangladesh akibat operasi militer tersebut.

Pemerintah Myanmar bersikeras bahwa pasukannya tengah melancarkan kampanye sah terhadap para “teroris” yang melancarkan serangan-serangan terhadap polisi, tentara dan warga sipil. Awal bulan ini, pemimpin senior Al-Qaeda di Yaman juga menyerukan serangan terhadap otoritas Myanmar. Seruan serangan ini disebut Al-Qaeda sebagai bentuk dukungan untuk etnis minoritas muslim Rohingya yang tertindas di negara tersebut.

Dalam pesan videonya, pemimpin senior kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Khaled Batarfi, menyerukan warga muslim di Bangladesh, India, Indonesia dan Malaysia untuk mendukung Rohingya melawan ‘musuh-musuh Allah’. Batarfi juga mendorong kelompok Al-Qaeda di Subkontinen India (AQIS) untuk melakukan serangan terhadap otoritas Myanmar.

“Jangan berhenti dalam mengobarkan jihad terhadap mereka dan melawan serangan mereka dan jangan sampai mengecewakan saudara-saudara kita di Burma (Myanmar),” tegas Batarfi dalam pesan video itu. Batarfi diketahui bebas dari sebuah penjara di Yaman pada tahun 2015, saat AQAP menguasai kota pelabuhan Mukalla.**

Sumber: detik.com

Berita terkait