Pilkada Pangkep 2020, Mantan Kepala BPPD Morowali Maju

  • Whatsapp

Reporter/Morowali: Bambang Sumantri


Mantan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Morowali, Muhammad
Syahrul Syam, secara mengejutkan mengungkapkan niatnya untuk turut serta
bertarung dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada
tahun 2020 yang akan datang.

Via pesan elektronik Whats App (WA), Rabu (10/9/2019), Syahrul
mengatakan bahwa niatnya untuk maju adalah karena mendapatkan dukungan dari
keluarga besar. “Dukungan keluarga besar yang membuat saya terdorong,
mengenai peluang, saya optimis untuk bisa ikut bertarung dalam kontestasi ini,
Insya Allah saya masih paham kondisi Pangkep sebagai kampung saya, itu juga
yang menguatkan saya untuk maju,” jelasnya.

Syahrul mengungkapkan bahwa awal dirinya memiliki niat maju di Pilkada
Pangkep datang secara tiba-tiba saat ada undangan dari koleganya beberapa waktu
lalu untuk membicarakan terkait kondisi politik Pangkep pada tahun 2020.
“Dari hasil perbincangan saat itu, ada kesepakatan dari teman-teman untuk
mendorong saya maju bertarung, apalagi saya sudah cukup lama di kampung orang
dan sudah lama tidak pulang,” ungkapnya.

Ia juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pimpinan
partai, diantaranya Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan
Partai Amanat Nasional (PAN).

Seperti diketahui, karir birokrasi Syahrul diawali sebagai pejabat
menjadi Sekretaris Lurah (Seklur) di wilayah Pangkep, setelah itu pindah ke
Morowali dan pernah menduduki sejumlah jabatan, diantaranya Kepala Bagian
Pembangunan Sekretariat Kabupaten Morowali, Sekretaris BPPD Morowali, dan
Kepala BPPD Morowali pada masa kepemimpinan Bupati Morowali dua periode, Anwar
Hafid.

Pada masa pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati
Taslim-Najamudin tahun 2018, secara mengejutkan Syahrul menjadi salah seorang
pejabat yang diparkir alias dinon job meskipun saat itu masa jabatan
Bupati-Wakil Bupati belum cukup enam bulan pasca pelantikan sehingga sempat
menimbulkan kontroversi.

Namun demikian, pria kelahiran 38 tahun silam ini tak lantas
memberontak dan lebih memilih ikhlas dalam menjalani hal tersebut, yang
akhirnya memilih untuk pulang kampung. “Tugas pertama saya menjadi
Sekretaris Lurah di wilayah Pangkep, kemudian pindah ke Morowali sampai jabatan
saat ini, namun sebaik-baiknya di kampung orang, jauh lebih baik lagi kalau di kampung
sendiri,” tandasnya.**

Pos terkait

banner 468x60