JMK Oxfam: Produk Jurnalistik Belum Memihak Perempuan

banner 780x80

Palu,- Kamis (05/03) dalam rangka menyambut hari perempuan sedunia yang jatuh pada 08 Maret, Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) Oxfam melakukan kegiatan diskusi publik dan media gathering di Cafe Sebelah Palu dengan tema Jurnalisme dalam perspektif Gender. Yang dihadiri oleh rekan-rekan wartawan lokal dan nasional yang ada di Sulawesi Tengah.

Ini adalah bentuk respon terhadap kasus-kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) yang telah marak terjadi di kehidupan masyarakat.

Media dinilai memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam membentuk opini publik dan melakukan advokasi, baik secara litigasi maupun non litigasi untuk menguatkan advokasi yang berkeadilan gender khususnya dalam memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender.

Namun, yang masih menjadi masalah hingga hari ini adalah media di Indonesia masih bias gender dalam melakukan kerja jurnalistik.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan bias gender dalam pemberitaan di indonesia, diantaranya budaya patriarki yang ada di Indonesia dan kurangnya database narasumber perempuan di redaksi media di Indonesia.

Ichan Maralintu selaku Protection Officer JMK Oxfam mengatakan, bahwa media harus cerdas dalam pemberitaan khususnya pada perempuan dan anak, karena selama ini perempuan selalu menjadi objek dan korban.

“Kita harus bangun kesetaraan, meningkatkan hak-hak perempuan terhadap perdamaian dunia. Dengan media perspektif gender itu dapat diluruskan” kata Ichan.

Untuk itu dalam menyambut Hari Perempuan Internatonal 2020, diperlukan sinergi bersama untuk membantu menciptakan dunia yang setara baik dalam keluarga, sumber daya alam dan kepemimpinan, menentang stereotipe, serta merayakan prestasi perempuan.***

Reporter: Indra Setiawan

Pos terkait