HUT 75 RI: Ekonomi Melemah, Penjual ‘Merah Putih’ Omsetnya Turun Drastis

Penjual Bendera dan Pernak-pernik 17-an di Jalan Samratulangi, Kota Palu, Jumat (07/08) sepi dari pelanggan/Ft: Nizam kailipost

Palu,- Pedagang musiman penjual bendera mulai terlihat menjamur salah satunya di ruas Jalan Samratulangi Kota Palu. Namun, dalam rangka menyambut HUT ke-75 RI tahun ini para pedagang penjualan mereka menurun drastis.

Hal ini dikarenakan pandemi yang hingga hari ini masih melanda Indonesia bahkan menyebabkan pertumbuhan ekonomi minus di angka 5,32 persen. Hal ini membuat para pedagang yang kebanyakan berasal dari luar kota Palu dan merupakan pedagang musiman ini mengeluh.

Berita Lainnya

Seperti halnya yang dirasakan oleh Suparta salah seorang penjual bendera yang ditemui kailipost.com Jumat (07/08), menjelaskan bahwa penjualan bendera saat ini berbeda dengan tahun kemarin. Tahun 2019 kemarin, dia bisa meraup keuntungan hingga 15 juta, tapi saat ini ia mengaku belum dapat memprediksi berapa keuntungan yang akan didapatkan.

“Tahun lalu itu saya bisa mendapatkan omset sebesar 15 juta dari penjualan bendera ini. Tetapi saat ini beda, bahkan bisa dibilang sangat sepi, yang laku itu baru 1 sampai 2 kodi,” ujar Suparta.

Hal yang sama juga di alami oleh Lilis yang juga seorang penjual bendera di Kota Palu. Lilis mengatakan bahwa karena situasi penjualan seperti ini, beliau khawatir tidak bisa pulang ke kampung halamannya yang berada di Garut Provinsi Jawa Barat.

“Kalau seperti ini terus, saya masih kepikiran bagaimana saya bisa pulang nantinya. Yah, ada beberapa sih yang laku, tapi itu hanya cukup untuk hidup disini saja dan tidak bisa dibawa pulang ke kampung,” Kata Lilis. ***

Reporter: Muhamad Nizam

banner 300x90

Pos terkait

banner 580x60