Billy Syahputra Jual Toyota Alphard ke Tersangka DNA Pro Rp1 Miliar

Foto: (Screenshot dari Instagram @bilsky16 )
banner 728x90

Kailipost- Pengacara Billy Syahputra, Fachmi Bachmid mengatakan, kliennya terlibat dalam perusahaan robot trading DNA Pro lantaran menjual mobil Toyota Alphard miliknya kepada salah satu tersangka.

Fachmi Bachmid mengatakan, keterkaitan kliennya dengan tersangka hanya sebatas pada jual-beli kendaraan. Ia juga menegaskan bahwa Billy tak pernah menerima aliran dana dalam bentuk lain dari DNA Pro.

“Jual beli Alphardnya saja, Rp1 miliar. Jadi Billy nggak pernah terima duit, nggak pernah terima apapun. BIlly hanya menjual satu mobil Alphard kepada tersangka yang sekarang ditahan Bareskrim,” kata Fachmi.

Hal tersebut disampaikan Fachmi Bachmid kepada wartawan, kamis (28/4/2022).

Menurutnya, pembelian mobil itu berawal dari promosi penjualan mobil yang dilakukan oleh Billy. Hal itu kemudian membuat salah satu tersangka tertarik dan dijadikan konten lantaran dibeli secara tunai.

“Yang jelas Billy itu dari awal sudah memposting bahwa dia ingin menjual mobil Alphard,” cetus dia.

Billy pun bakal menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri terkait dengan aliran dana tersebut hari ini. Ia pun memastikan bahwa kliennya bakal memenuhi panggilan tersebut.

Menurut Fachmi, Billy diperkirakan akan tiba di Bareskrim Polri pada sekitar pukul 13.00 WIB.

“Abis Salat Zuhur ke sana,” jelasnya.

Sebagai informasi, polisi menaksir korban dari kasus dugaan penipuan investasi tersebut mengalami kerugian hingga Rp97 miliar.

Penyidik pun menduga terdapat sejumlah aliran dana yang tersebar ke para publik figur terkait kasus ini. Polisi pun gencar melakukan pemeriksaan terhadap para artis beberapa waktu terakhir.

DNA Pro adalah salah satu aplikasi Robot Trading yang diblokir pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Markas Besar (Mabes) Polri sempat melakukan penyegelan terhadap PT DNA Pro Akademi pada Jumat (28/1) lalu.

Dalam kasus ini sudah ada 12 tersangka yang ditangkap polisi. Delapan diantaranya sudah ditahan, sementara empat lainnya masih buron. ***

Editor/Sumber: Riki/CNN Indonesia

Berita terkait