Al Zawahiri Tewas di Tangan AS, Petinggi Taliban Berkumpul Ambil Sikap

Ayman Al Zawahiri (kiri) dan Osama bin Laden (kanan) pada 1998 yang fotonya dirilis 19 Maret 2004. Pemimpin Al Qaeda tewas di Afghanistan dalam serangan drone AS. Kematiannya diumumkan pada Senin (1/8/2022).(AP PHOTO/MAZHAR ALI KHAN)

KABUL,- Para pemimpin Taliban Afghanistan mengadakan diskusi pada hari Rabu (3/8/2022) tentang bagaimana menanggapi serangan pesawat tak berawak AS di Kabul.

Dalam serangan tersebut diklaim pesawat AS menewaskan pemimpin Al Qaeda Ayman al Zawahiri.

Dilansir Reuters, AS membunuh Zawahiri dengan rudal yang ditembakkan dari pesawat tak berawak ketika dia berdiri di balkon di tempat persembunyiannya di Kabul pada hari Minggu (31/7/2022), kata para pejabat AS.

Kejadian itu jadi pukulan terbesar bagi para militan sejak Osama bin Laden ditembak mati lebih dari satu dekade lalu.

Dua rudal Hellfire yang ditembakkan dari pesawat tak berawak AS menewaskan pemimpin al Qaeda, dan menyebabkan kerusakan yang sangat kecil di luar target.

Taliban sendiri belum mengonfirmasi kematian Zawahiri.

Seorang pejabat senior AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengindikasikan bahwa Washington akan terus menargetkan al Qaeda di Afghanistan untuk memastikan negara itu tidak akan lagi menjadi tempat perlindungan bagi “teroris yang berkomplot melawan AS.”

“Kami akan tetap waspada dan mengambil tindakan yang diperlukan, seperti yang kami lakukan minggu ini,” pejabat itu memperingatkan.

Pejabat dari Taliban, sekutu lama Al Qaeda, awalnya mengonfirmasi serangan pesawat tak berawak hari Minggu itu, tetapi mengatakan rumah yang dihantam kosong.

“Ada pertemuan pada tingkat yang sangat tinggi mengenai apakah mereka harus bereaksi terhadap serangan pesawat tak berawak, dan jika mereka memutuskan untuk melakukannya, maka apa cara yang tepat,” kata seorang pemimpin Taliban yang memegang posisi penting di Kabul.

Pejabat itu, yang mengatakan telah terjadi diskusi kepemimpinan yang panjang selama dua hari, menolak disebutkan namanya.

Dia tidak mengonfirmasi bahwa Zawahiri berada di rumah yang diserang rudal tersebut.

Bagaimana reaksi Taliban dapat memiliki dampak yang signifikan. Kelompok itu mencari legitimasi internasional dan akses ke miliaran dollar dana.

Pejabat AS mengatakan bahwa pihaknya akan terus menekan Taliban untuk mencabut larangan anak perempuan menghadiri sekolah menengah umum dan untuk mengambil langkah-langkah “yang mempromosikan stabilitas makro ekonomi”, yang merujuk pada reformasi di bank sentral Afghanistan. ***

Editor/Sumber: Rizky/kompas.com

Berita terkait