Komentari Bentrok TKI VS TKA, Tokoh Muda Alkhairaat: Ini Masalah Kedaulatan

PALU, – Tokoh muda Alkhairaat, Habib Mohammad Sadig al-Habsyi, menegaskan bahwa bentrok antara Tenaga Kerja Indonesia (TKA) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina di Kabupaten Morowali Utara pada dasarnya merupakan persoalan kedaulatan berbangsa dan bernegara.

Habib Sadig, demikian biasa disapa, menilai bahwa masalah kesejahteraan dan ekonomi yang ramai diberitakan adalah persoalan sampingan.

“Tuntutan kesejahteraan tenaga kerja lokal itu sebenarnya hanya isu sampingan. Kita harus masuk ke inti persoalannya, yaitu kesadaran bahwa kita sebagai bangsa dan negara yang berdaulat. Jadi, sekali lagi, bentrok TKI dengan TKA di perusahaan nikel di Morowali Utara adalah masalah kedaulatan,” tegasnya, Kamis (19/1/2023).

Habib Sadig mengaku sulit memahami narasi-narasi pemerintah yang cenderung menyudutkan TKI dalam bentrok yang menelan korban jiwa tersebut.

“Saya tidak bisa mengerti dengan pejabat pemerintah yang justru menyalahkan sesama anak bangsa dalam bentrok tersebut. Dalam konteks berbangsa, statement seperti yang dikatakan oleh Bupati Morowali Utara misalnya jelas tidak tepat. Sampai di sini, ada yang salah dengan kesadaran kita sebagai negara berdaulat, melindungi segenap tumpah darah, yaitu sesama anak bangsa,” tambahnya.

Masih dalam garis yang sama, Habib Sadig menghimbau agar aparatur negara tidak seenaknya menyalahkan TKI.

“Ada yang bilang bahwa tenaga kerja kita tidak punya skil. Kalau memang begitu, sebagai pemerintah, ya, kasih bantuan bagaimana agar skil anak bangsa setara. Bukan menyalahkan tanpa solusi. Belanda tidak pernah mau mengaku pernah menjajah negeri ini. Israel tidak mau mengaku bahwa mereka menjajah Palestina. Tapi kita malah menginjak-injak harkat dan martabat sendiri. Kalau ada problem yang berkaitan dengan pihak asing, pokoknya yang salah adalah anak bangsa. Mana NKRI-mu, bung?” pungkasnya.

Hidayat

Berita terkait