SULTENG – Lagi – lagi keadilan ekonomi di Indonesia belum merata. Termasuk harga bahan bakar minyak dan avtur antara Jakarta dan daerah. Terbukti itulah sehingga daya dorong membuka akses produksi, distribusi dan pasar lamban di Indonesia bagian Timur.
Provinsi Sulawesi Tengah dengan 12 kabupaten dan satu kota belum dapat dilayani antar wilayah dengan maskapai penerbangan. Baik pesawat kecil dan skala besar seperti boing. Alasan klasiknya, harga Avtur Jakarta masih berbeda dengan harga di daerah, khususnya Kota Palu dan sekitarnya. Tak ada maskapai yang merugi, dan pemerintah kabupaten terus menyubsidi.
Demikian terungkap ketika Gubernur Anwar Hafid dan jajaran manajemen sektor energi yang membidangi distribusi BBM, LPG, dan Avtur, di Sulteng (20/1/2026) di Palu membahas kesiapan BBM menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Pebruari – Maret mendatang.
Untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri, diperkirakan konsumsi BBM jenis gasoline meningkat sekitar 5 persen, sementara LPG diproyeksikan naik hingga 15 persen. Manajemen menyatakan kesiapan menjaga ketahanan stok dan distribusi, serta telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait.
Terkait kuota BBM dan LPG, disampaikan bahwa kuota Pertalite tahun berjalan sedikit lebih rendah dibanding realisasi tahun sebelumnya, kuota solar relatif stabil, sementara kuota LPG mengalami penurunan hampir 7 persen. Kondisi ini dinilai perlu mendapatkan atensi, mengingat LPG telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, terutama di wilayah dengan aktivitas industri dan pertambangan.
“Ini momentum yang sangat tepat untuk kita mengantisipasi dari jauh-jauh hari, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar dan LPG yang menjadi kebutuhan pokok,” ujar Gubernur Anwar Hafid. ***







