SULTENG – Mantan pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah, DR Adiman mengeluarkan klarifikasi terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Muhammad Nadir Lembah menerima undangan dilantik.
Kata Adiman, undangan ditujukan pada semua pejabat untuk menghadiri pelantikan. Dan undangan ‘untuk dilantik’ telah ditarik oleh panitia kepada yang bersangkutan. Pihaknya juga meminta maaf bila terjadi kesalahpahaman.
Tetapi Melihat Pertimbangan Kemanusiaan dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas Pejabat JPT dan hasil Konsultasi Ke BKN Terkait Kesehatan Pak Nadir Lembah dan Sesuai dengan Surat Keterangan Kesehatan yang dikeluarkan Dokter sehingga Pak Nadir Lembah tidak dapat Dilantik, dengan Faktor Kesehatan, tulis klarifikasi Minggu malam (3/1/2026) sampai ke redaksi.
Adiman juga meminta maaf bila ‘undangan untuk dilantik’ kepada yang bersangkutan menimbulkan pemberitaan di media online.
Jelas Kepala Biro Setdaprov itu, Gubernur menjalankan birokrasi dengan manajemen meritokrasi pada semua pejabat Eselon II , III dan IV selama setahun menjabat. Pelantikan pejabat juga atas dorongan BKN agar gubernur dan Wagub segera melantik hasil Job Fit 36 kotak jabatan eselon II. Dan dirangkaikan Pengukuhan PPPK Paruh Waktu sebanyak 3, 320 PPPK , dan Pelantikan Pejabat Eselon II setelah Menerima Persetujuan Teknis dari BKN.
Adiman juga menyampaikan apresiasi kinerja Nadir Lembah yang selama ini sudah bekerja dan berdedikasi serta kembali sehat. ‘’Pertimbangan pelantikan dan terkait pak Nadir juga atas pertimbangan BKN dengan keterangan surat dokter. Hal itu sesuai dengan perundang-undangan,’’ tulis rilis itu.
Sebelumnya diberitakan redaksi https://kailipost.com/2026/01/terungkap-nadir-lembah-diundang-di-pelantikan-tapi-dicopot-gubernur.html
Menyebutkan, Nadir dan istri menghadiri undangan ‘untuk dilantik’ dengan amplop coklat berisi undangan tersebut. Nadir diganti mantan staf ahli gubernur Ikhsan Basier. ***









