Kejar Fiskal, Gubernur Sulteng dan Rombongan ke China

  • Whatsapp

JAKARTA – Provinsi Sulawesi Tengah memiliki garis pantai sangat panjang, yaitu 7.010 KM. Potensi laut dan maritim begitu besar. Bahkan untuk budidaya rumput laut dan kerang mutiara serta potensi ikan. Memiliki tiga teluk. Yaitu Teluk Palu, Teluk Tomini dan Teluk Tolo. 


Sulteng juga di kelilingi tiga selat. Selat Makassar, Selat Peleng dan Selat Tiworo dan Lembeh. Selat terakhir yang dimaksud berada di wilayah Timur dan penghubung Sulawesi. Posisi Sulteng sangat strategis di bidang maritim dan kelautan. 


Demikian juga pertanian. Sulteng memiliki luas baku sawah saja 136 ribu hektar. Luas akan bertambah dengan proyek cetak sawah rakyat dari pemerintah pusat 10.180 hektar. Sedangkan target luas tanam padi saja Sulteng rencanakan kisaran 251 ribu hektar. 


Mengolah dua potensi butuh dana segar. Butuh teknologi canggih dan modern. Keduanya tak bisa dikerjakan dengan tiga kali lipat APBD Sulteng yang tahun ini (2026) mengalami kontraksi awalnya Rp1,2 triliun. Kini tersisa Rp600 miliar lebih dana transfer diterima dari pusat. 


Gubernur Anwar Hafid mencari investasi. Negeri tirai bambu dijajaki. Yaitu Provinsi Hainan dan Sicuan di Tiongkok (https://kailipost.com/2026/05/di-peringatan-hari-buruh-gubernur-anwar-akan-ke-china-ajak-investasi-pertanian-dan-perikanan.html

IZIN MENSESNEG 

Kementerian Sekretaris Negara sesuai surat Nomor B-00000830 tertanggal 13 Mei 2026 memberikan izin perjalanan keluar negeri rombongan gubernur. 

Dalam surat elektronik tersebut selain Gubernur Anwar Hafid, ada nama istrinya Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Ketua DPRD Sulteng Syarifuddin Hafid, Rudi Dewantoro, Mohammad Rifani, Cristina Shandra Tobondo, Putri Elviss (adc istri gubernur) dan Sumarlan Renga (adc gubernur). Kesemuannya menggunakan biaya penugasan dari Sulteng. Izin hingga 21 Mei 2026 mendatang. 

Kepala Dinas Kominfo dan Santik Wahyu Agus membenarkan lawatan gubernur ke China. Dirinya juga menyebut sebagai upaya kerjasama yang bertujuan percepatan pengembangan dan pembangunan sesuai visi misi. ‘’Siap benar informasinya,’’ tulis Wahyu. *** 

Berita terkait