
Serly, dengan ringkas dan padat menyoal seluruh daerah kini tidak memiliki cash flow baik sampai akhir tahun. Sedangkan di depan ada beban berat membayar P3K sampai akhir tahun. Ia juga mempertanyakan apakah efisiensi akan diterapkan tahun depan (2027)? Ia mengusulkan pemerintah pusat untuk segera merancang fiskal nasional dengan daerah untuk menyiapkan tahun depan.
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus secara tegas menyebut memang cilaka menjadi kepala daerah di periode kali ini. Karena menikmati ‘beban efisiensi anggaran’ akibat situasi yang tidak pernah disangka baik situasi global dan nasional.
Ia menyarankan pemerintah pusat dan daerah sama sama kreatif. Jangan semua dibebankan ke APBN. Ia setuju ada relaksasi anggaran 30 persen untuk P3K dan honorer. Dan jangan terus merekrut pegawai tanpa spesifikasi menuju birokrasi berbasis digital. ‘’Datang jam 10 pulang jam 2 siang. Banyak itu di daerah akhirnya jadi beban. Penduduk bertambah dan pegawai terus ditambah akhirnya jadi beban,’’ tandas anggota Fraksi PDIP itu.






