Antisipasi Karhutla September, Gubernur Sulteng Ajak Kodam, Polda dan Warga Cegah Dini 

  • Whatsapp
Memasuki September 2026 Provinsi Sulawesi Tengah helar Rakor bersama TNI, Polri dan Kejaksaan serta tokoh masyarakat mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

PALU, 31 Agustus 2026 – Provinsi Sulawesi Tengah berada di garis khatulistiwa. Potensial alami kebakaran hutan dan lahan. Menghadapi September, Gubernur Anwar Hafid mengumpulkan sejumlan pejabat TNI, Polri dan kejaksaan tinggi serta tokoh masyarakat. 

Data BPBD Sulteng, Karhutla terjadi di beberapa titik api terpantau di wilayah Kota Palu, kawasan Poboya dengan luas sekitar satu hektare.

Kabupaten Tojo Una-Una menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla cukup besar. Beberapa desa terdampak, bahkan terdapat lokasi yang luas lahan terbakar mencapai sekitar 83 hektare. Karhutla juga di Kabupaten Banggai, Donggala, Parigi Moutong, Tolitoli, Poso, dan Buol.

Kata Anwar, sesuai grafik kejadian Karhutla, kondisi pada awal tahun sebenarnya sempat mengalami peningkatan. Namun, melalui upaya pemadaman dan penanganan yang dilakukan pemerintah daerah bersama aparat di lapangan, jumlah kejadian kemudian menurun dalam beberapa bulan berikutnya.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir dalam rakor tersebut, di antaranya Danrem 132/Tadulako, perwakilan Danlanal, Bupati Sigi, Wakil Bupati Poso, Wakil Bupati Banggai Laut, Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sekretaris Kabupaten Morowali Utara, perwakilan Bupati Donggala, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kepala Kesbangpol. ***

Berita terkait