PALU, 22 Agustus 2026 – Cuaca panas memanggang semua kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Provinsi dengan garis pantai 7.000 KM otomatis menghadapi cuaca panas paparan matahari dan uap panas air laut. Palu tercatat suhu 36 derajat celcius dirasakan kelembaban siang ini mencapai 39 derajat celcius.
Sampai akhir pekan ketiga Agustus 2026, belum ada perhatian pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota menyikapi musim kemarau panjang. Termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sejumlah kabupaten/kota mulai alami kekeringan.
Kota Palu, wilayah kaki pegunungan mulai kesulitan air. Termasuk Kelurahan Kabonena, Kawatuna dan wilayah ke Utara Tondo dan Mamboro. ‘’Di atas Kabonena sini sudah dua bulan tak ada hujan. Warga mencari air ke bawah ke Donggala Kodi. Apakah ada bantuan sumur suntik,’’ kata warga ke pejabat politik Sulteng yang disampaikan ke redaksi.
PARIGI MOUTONG KEKERINGAN
Media infopena.com hari ini menulis bahwa BNPB mencatat kekeringan di Kabupaten Parigi Moutong. Kekeringan melanda sembilan desa di Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu dan Tomini.
Kondisi tersebut dipicu tidak adanya curah hujan dan berdampak terhadap sekitar 1.400 hektare lahan sawah. Kondisi semakin berat karena debit sumber air utama di Desa Kayu Agung hanya sekitar 25 persen dari kondisi normal.
BPBD Kabupaten setempat telah melakukan asesmen, kaji cepat dan koordinasi dengan aparat desa serta masyarakat. Namun, Jumat (21/8), kekeringan masih berlangsung.
BPBD SULTENG TAK ADA RILIS RESMI
BPBD Sulteng juga belum memberikan keterangan resmi apa langkah – langkah yang akan dilakukan menghadapi kekeringan dan ancaman Karhutla. Dikuatirkan pola kegiatan hanya menjadi ‘pemadam kebakaran’ bukan pola tindak pencegahan dan penanganan dengan deteksi dini. ***








