Keroyok Anggota TNI Morowali, Empat Pemuda Bonyok

SERKA Mursalim, salah seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim 1311 Morowali, dikeroyok oleh puluhan pemuda di lokasi permandian Tompaika Desa Sakita Kecamatan Bungku Tengah, (26/2/2017).

Reporter: Bambang sumantri

BERDASARKAN informasi dari beberapa sumber, Serka Mursalim kala itu tengah melaksanakan tugas pengawasan sekira pukul 15.00 WITA, sesuai dengan tupoksinya sebagai anggota intel Kodim 1311 Morowali dengan seorang kawan sipilnya.

Baca Juga

Di lokasi tersebut, ia kemudian bertemu dengan seorang pemuda yang sedang adu mulut dengan seorang warga Desa Bente karena persoalan perempuan yang diperlakukan usil. Mursalim kemudian berupaya untuk melerai pertengkaran kedua pihak. Beberapa saat kemudian, pemuda asal Desa Sakita yang dilerai malah datang kembali bersama kawan-kawannya menghampiri Mursalim.

Belasan pemuda tersebut langsung menghakimi Mursalim hingga mengalami memar dan luka di beberapa bagian tubuh. Padahal, kata salah seorang sumber, saat itu Mursalim sudah mengaku anggota intel dari TNI dan sempat mengeluarkan Kartu tanda Anggota (KTA). Namun, para pemuda itu tak ambil pusing dan terus terusan menganiaya Serka Mursalim hingga hingga babak belur sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.

Pengeroyokan berlangsung selama kurang lebih setengah jam dan setelah Mursalim tak berdaya, belasan pemuda itu langsung kabur ke dalam hutan. Merasa kondisi mulai aman dari pemuda yang konon katanya dalam kondisi mabuk itu, Mursalim pun langsung meninggalkan TKP dan melapor kepada rekan-rekannya.

Alhasil, puluhan anggota TNI dari Kodim 1311 Morowali bertolak ke TKP untuk mencari para pelaku penganiayaan terhadap Mursalim. Empat pelaku pun berhasil ditangkap di hutan. Namun sayangnya, keempat pelaku yang berhasil ditangkap tiba di Mapolsek Bungku Tengan dengan wajag lebam dan bekas-bekas pukulan ban pinggang di sekujur tubuhnya. Dalam artian, para pelaku diduga keras juga mengalami penganiayaan berat dari para anggota TNI yang melakukan pengejaran dan penangkapan.

Kapolsek Bungku Tengah, AKP Rahim Malingga yang dikonfirmasi Senin (27/2/2017) mengatakan bahwa keempat pelaku itu sudah diamankan di dalam sel. Ia mengatakan, pihaknya masih tetap akan melakukan pengejaran terhadap sisa pelaku yang saat ini masih buron.

“Kasus ini masih pendalaman, tapi proses hukum teta akan berlanjut” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk proses hukuman pada anggota TNI yang melakukan pemukulan terhadap pelaku, pihaknya tidak dapat mencampurinya karena merupakan otoritas institusi, dalam hal ini Kodim 1311 Morowali. “Kalau yang sipil itu urusan kami, tapi untuk anggota TNI, nanti dari POM yang akan menanganinya” kata Malingga.

Sementara, Kades Sakita, Almin Ilyas yang ditanyakan mengenai kejadian tersebut mengaku tidak tau persis kronologinya, namun ia mengatakan bahwa para pelaku memang kerap kali meresahkan masyarakat karena sering sekali membuat ulah, seperti mabuk-mabukan dan perkelahian.

“Kalau pembinaan, sosialisasi dan himbauan sudah sering sekali kami lakukan, tapi memang anak-anak ini tidak badengar, selalu saja bikin ulah, mudah-mudahan ini jadi pelajaran dan efek jera” tandasnya. *** 

Berita terkait