SULTENG – Proyek Neo Energy Parimo Industrial Estate (NEPEI) di Desa Towera Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah kembali mendapat sorotan publik.
Proyek NEPEI jadi polemik ketika Gubernur Anwar Hafid mengatakan di sebuah acara KADIN Parimo akan ada industri smelter nikel setengah jadi di kabupaten yang dikenal sejak era Orde Baru lumbung padi.
Publik pun mengaitkan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di Desa Ovolua yang hanya berjarak 23 KM dari Towera akibat warga mulai membuka (land clearing) dengan cara membakar.
Selain NEPIE di Parigi Moutong, perusahaan ini juga mendapat PSN di Kabupaten Morowali dengan nama NEMIE (Neo Energy Morowali Industrial Energy). Keduanya masuk Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024, dalam daftar lampiran sebanyak 218 PSN. NEPIE nomor 114, dan NEMIE nomor 119.








