Jokowi Tak Tiga Periode, Bisa Bahayakan Dirinya

Presiden Joko widono/Foto: Setneg

Jakarta,- Jika Jokowi tidak lanjut sebagai presiden, maka akan membahayakan pembangunan yang telah berjalan. Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jok-Pro 2024 Timothy Ivan Triyono.

“Karena pembangunan ini kalau sampai dipotong, bahaya nanti. Kita akan mulai dari nol lagi kayak Pertamina,” tutur Timothy di sela-sela syukuran Kantor Sektretariat Nasional Komunitas Jok-Pro 2024 di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021).

Timothy mengatakan Jok-Pro terbentuk juga untuk mencegah terjadinya polarisasi ekstrem di masyarakat seperti pascapilpres sebelumnya. Oleh karena itu, dia menyebut Jokowi dan Prabowo penting untuk dipasangkan sebagai calon presiden dan wakil presiden 2024 agar tidak terjadi lagi polarisasi di Pilpres 2024 mendatang. Meski begitu, dia menegaskan Jok-Pro terbuka untuk segala masukan baik dari yang pro maupun yang kontra. 

Wacana tiga periode memang bukanlah hal baru. Sebelumnya, wacana itu beberapa kali bergulir di ranah publik.

Usulan pertama kali bergulir bersamaan dengan wacana amandemen UUD 1945 pada 2019. Kala itu ada anggota DPR yang disebut mengusulkan perubahan masa jabatan presiden.

Wacana pun merebak dan menjadi polemik. Wacana baru berhenti setelah Jokowi angkat bicara dan menegaskan menolak usulan jabatan tiga periode.

Sementara itu Ketua Umum Sekretaris Nasional Komunitas Jok-Pro 2024, Baron Danardono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan deklarasi dalam lima bulan ke depan.

“Insyallah lima bulan atau empat bulan lagi kami bisa berjumpa dalam acara deklarasi,” ujar Baron di kesempatan itu. ***

Sumber: Wartaekonomi.co.id/Detik.com




banner 728x90

Pos terkait