Diferensiasi Usaha di Bumi Pandemi

banner 780x80

Oleh : andono wibisono (praktisi media)

SUDAH Banyak tulisan analisis, tulisan kritik bahkan tulisan yang lebih ilmiah dengan segepok penelitian baik sederhana maupun mendalam. Soal apa itu? Ya itu apalagi kalau bukan soal dampak ekonomi di saat bumi diserang pandemi (baca wabah) corona virus varian ke 19. Hasilnya? Ekonomi morat marit, ambruk, luluh lantak, berantakan dan pokoknya tidak ada yang ‘tepuk dada’ kita malah benefctable.

Bumi sedang diserang wabah. Pertama kali kah ini? Tidak. Dunia mencatat serangan masif wabah juga pernah terjadi. Tepatnya tahun 1.800 lalu. Baik wabah Malaria, DBD, dan virus lainnya. Generasi Z pasti akan ingat serangan virus unggas yang banyak ditentang DR Sadilah Supari ketika depan WHO.

Bacaan Lainnya

Kini memasuki pintu abad 21, bumi kembali diserang wabah. Kita tidak membahas pro kontra wabah C-19 ini sebagai serangan biologis atau teori konspirasi. Tulisan ini hanya ingin mengajak pagi ini kita menyeruput kopi sambil berfikir ‘’Aku harus Menang atau Setidaknya Bertahan di Masa Pandemi’

Usaha lumpuh, saya pun mengalami. Bahkan pacar saya pun seminggu lalu nangis – nangis karena harus mengurangi karyawannya di restoran dan usaha onlinenya di Surabaya. Semua pasti kena imbas pandemi. Banyak tulisan dan informasi media, usaha ngap – ngap dibuat sang Korona.

Waktunya kita melakukan diferensiasi usaha. Membuat usaha yang berbeda dari usaha atau produk orang lain. Tujuaanya agar konsumen memiliki varian baru. Begitu pakar marketing Hermawan Kartadjaja (pernah membawa materi saat jadi anak didik Jawa Pos di Bogor 2001).

Produk apa yang mesti ‘beda’ ditawarkan ke konsumen? Yang diferensiasi. Mesti ke lapangan untuk survey. Pandemi begini jangan sok ketakutan akut tidak kemana – mana. Kalian bukan makhluk Tuhan yang lemah dan rendah di mata virus. Keluar ! Lihat analisis, dan eksekusi. Itu pengusaha.

Apa peluang? Di masa pandemi pasti rumah sakit sekarang penuh. Amati apa yang dibutuhkan di sana? Baik yang dibutuhkan pasien, penjaga pasien, keluarga pasien? Atau juga tenaga kesehatan atau Nakes.

Sesuaikan dengan modal. Kalau modal hanya lima juta rupiah ya misalnya buatlah ‘Jual Bubur Ayam’ sekitar rumah sakit di pagi hari. Atau bubur sehat. Pokoknya cari yang beda. Buat konsumen memiliki pilihan banyak atas produk. Dan produk anda yang berbeda di mata konsumen.

Dunia diserang wabah. Cara berfikir juga harus mengikuti ganasnya wabah. Out of the book. Nga bisa berusaha lempeng – lempeng saja. Mati kita akan digilas korona. News Mind akan menyelamatkan kita dari krisis ini. ***

Pos terkait