Science Film Festival 2021 Angkat Isu Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Tim Science Film Festival memeragakan eksperimen sains berjudul “Desain Paru-Paru” (foto: Goethe-Institut)
banner 728x90

JAKARTA – Tema  ‘Kesehatan dan Kesejahteraan’ khususnya kesehatan anak di masa pandemi yang berkepanjangan menjadi sorotan utama di Science Film Festival (SFF) ke-12 yang diadakan oleh pusat kebudayaan Jerman, Goethe-Institut.

Festival film ini diadakan guna mengajak anak di Indonesia usia 9-14 tahun untuk mengenal sains lewat beragam kegiatan yang menyenangkan. Tahun ini, SFF ke-12 akan diselenggarakan secara daring pada 12 Oktober hingga 30 November 2021 di 166 sekolah tingkat SD – SMA.

Festifal akan digelar di sekolah-sekolah di 52 kota di Indonesia mulai dari Aceh, Jakarta, Bangkalan, Flores Timur, Toraja, Palu hingga ke Jayapura. Selain itu, film-film tersebut juga akan ditayangkan di 3 pusat sains dan 6 komunitas.

Direktur Goethe-Institut wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Stefan Dreyer mengatakan tema kesehatan dan kesejahteraan sangat berkaitan dengan kehidupan manusia saat ini. Utamanya, banyak orang mengalami dampak negatif pandemi COVID-19 di berbagai aspek kehidupan.

“Pasca-pandemi, pemulihan kesehatan dan kesejahteraan mental akan semakin penting karena banyak anak dan remaja mengalami gangguan kecemasan, kebosanan, dan jenuh saat di rumah saja. Belum lagi banyak di antaranya mengalami keterbatasan akses untuk bersekolah,” kata Stefan Dreyer dalam konferensi pers yang digelar virtual di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Tema yang diangkat dalam Science Film Festival 2021, ujar dia,  relevan dengan situasi dunia dewasa ini, ketika krisis kesehatan yang luar biasa telah menimbulkan guncangan ekonomi secara global dan menjungkirbalikkan kehidupan miliaran orang.

Sementara Kepala Bagian Kebudayaan dan Pers Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Matthias Muller, pada kesempatan yang sama mengatakan kesehatan anak menjadi sumber daya penting di tengah masyarakat.

“Di masa pamdemi, anak menjadi kelompok rentan COVID-19. Ditambah, belum ada satu pun vaksin untuk anak meskipun golongan ini banyak yang tertular,” ujarnya.

Sebanyak 17 film dari berbagai negara akan ditayangkan di Indonesia. Salah satunya film dari Jerman berjudul Knietzsche and Health (2020) oleh Anja von Kampen.

Ini adalah salah satu film yang mengangkat isu kesehatan. Dalam film animasi berdurasi 3 menit itu, seorang filsuf muda bernama Knietzsche bercerita tentang pentingnya kesehatan: sistem kesehatan tubuh manusia harus bekerja dengan tepat, seperti jam, agar kehidupan berjalan tanpa kendala.

Film-film dari negara lain juga turut meramaikan SFF tahun ini seperti Belanda, Brazil, Portugal, dan Thailand yang telah disulihsuarakan ke dalam bahasa Indonesia.

jurnalis kaili post: ikhsan madjido

banner 728x90

Pos terkait