PB Muaythai Bekukan 25 Pengprov, Sulteng Dukung Munaslub 

  • Whatsapp


SULTENG – Pengurus Besar (PB) Muaythai Indonesia (MI) membekukan 25 pengurus provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah. 

Akibatnya, Pengprov MI Sulteng yang diketuai Dr. Suandi.,S.,T.I. menolak karena pembekuan tidak berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Kusno Bunga, Sekretaris Umum Muaythai Sulawesi Tengah, memberikan tanggapan, ‘’Pembekuan tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan mekanisme organisasi, mengingat kepengurusan MI Sulteng hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) yang sah dan masih berlaku hingga 2029,” sebutnya. 

Katanya, surat pembekuan tidak berdasar, karena tak mencantumkan pasal yang dilanggar dalam AD/ART, serta bertentangan dengan ketentuan yang mengatur pembekuan kepengurusan di tingkat provinsi. Pelanggaran apa yang dilakukan Pemprov MI Sulteng dan Pemprov lainnya? Juga Ketum MI,’’ tanya Kusno. 

“Tidak ada pelanggaran yang kami lakukan. Kami aktif mengikuti seluruh agenda PB Dan Program2 KONI Sulteng. Pembekuan ini tidak beralasan,” tegasnya.

Sekretaris Umum Muaythai Sulawesi Tengah menilai setelah diterbitkannya surat pembekuan, dirinya menerima pernyataan dari Ketua Umum PB MI agar tidak lagi membawa-bawa nama Muaythai. 

“Ini semakin memperkuat penilaian keputusan yang diambil seorang La Nyala tidak mencerminkan semangat pembinaan olahraga, melainkan berpotensi menghambat perkembangan Cabor muaythai , khusus nya di daerah Sulawesi Tengah.’’ Tandasnya. 

Kusno Bunga menyebut pihaknya juga mendapat dukungan dari 13 pengurus kabupaten/kota (pengkot/pengkab) se-Sulteng menyatakan tetap solid bersama kepengurusan MI Sulteng saat ini.

Dukungan tersebut, kata dia, menjadi bukti kepengurusan yang ada masih memiliki legitimasi kuat di tingkat daerah dan tetap menjalankan roda organisasi serta pembinaan atlet secara aktif.

Sebagai bentuk ‘perlawanan’ penolakan pembekuan dan penunjukan Plt, Pengprov MI Sulteng mendukung 

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) MI, guna menegakkan kembali AD/ART dan menjaga kesinambungan pembinaan prestasi Muaythai di Indonesia.  ‘’Rencananya Munaslub akan digelar pada 25 April 2026 hampir 2/3 anggota menyatakan dukungan,’’ tutupnya. *** 

Berita terkait